
Kita harus melihat ini sebagai peluang. Kalau lahan kita produktif, masyarakat mendapat pekerjaan, hasil panen ada yang membeli, dan pemerintah membantu sarana pertanian, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat Kanum sendiri. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu kita di masa depan
Orang Kanum tidak mungkin meminta tanah tanah milik suku lain. Kita memiliki tanah adat sendiri yang telah diwariskan leluhur. Kesempatan yang diberikan pemerintah melalui PSN ini harus dimanfaatkan untuk mengelola tanah kita sendiri demi kesejahteraan masyarakat Kanum
“Hanya satu itu saja, tidak ada tujuan lain,”
Tujuan pembangunan adalah masyarakat harus sejahtera, jangan sampai membangun wilayah tetapi masyarakatnya termarginal
Kan selama 10 tahun melakukan riset, dan dua tahun ini pembibitan lalu mulai tahun ini penanaman untuk produksi di tahun depan,” katanya.
Kami berharap anak-anak NTT yang berada di kota studi, khususnya di Malang Raya, bukan hanya menjadi perantau, tetapi menjadi diaspora yang menabur benih-benih pembangunan