
Apabila seluruh ruas ini tersambung, maka akses menuju Distrik Kapel akan terbuka, sehingga distribusi barang menjadi lancar, pelayanan kesehatan lebih cepat, pendidikan lebih mudah dijangkau, dan ekonomi masyarakat meningkat
Masyarakat distrik Kaptel menyambut gubernur dengan tarian adat (Foto: Humas)
Merauke, 11 April 2026 – Upaya membuka keterisolasian wilayah terus didorong Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui pembangunan konektivitas jalan yang menghubungkan kampung-kampung terpencil dengan pusat pelayanan dasar.
Dalam kunjungan kerja ke Distrik Kaptel, Gubernur Papua Selatan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi menjadi faktor penting dalam mempercepat akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
“Tanpa akses transportasi, pelayanan pemerintah ke kampung-kampung akan terhambat. Daerah yang terisolasi akan sulit mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.”
Pemerintah saat ini mendorong keterhubungan jaringan jalan nasional, provinsi, dan kabupaten agar saling terintegrasi hingga menjangkau wilayah kampung.
Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah pembangunan Jalan Nasional Wanam–Muting sepanjang kurang lebih 135 kilometer yang diharapkan membuka konektivitas menuju sejumlah wilayah termasuk Distrik Kapel.
Jika seluruh ruas terhubung, distribusi barang dan mobilitas masyarakat diproyeksikan menjadi lebih lancar sehingga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Apabila seluruh ruas ini tersambung, maka akses menuju Distrik Kapel akan terbuka, sehingga distribusi barang menjadi lancar, pelayanan kesehatan lebih cepat, pendidikan lebih mudah dijangkau, dan ekonomi masyarakat meningkat.”
Sebagai dukungan terhadap mobilitas masyarakat, pemerintah juga menyetujui bantuan sarana transportasi berupa dua unit motor roda tiga, satu mobil terbuka, dan satu unit speedboat.
Gubernur menegaskan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Pembangunan ini bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi untuk anak dan cucu kita di masa depan.” (Tom)
Editor: Ronald