
Pengukuhan ini adalah manifestasi komitmen kami untuk memajukan iklim investasi dan membangun kemandirian ekonomi melalui sinergi tripartit yang inklusif antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja
Foto bersama pengurus APINDO
Merauke, Minggu (14/12/2025) — Peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja di Papua Selatan diproyeksikan semakin terbuka setelah Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Papua Selatan resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2025–2030. Pengukuhan berlangsung di Hotel Swiss-Belhotel Merauke, Minggu (14/12/2025), dan dihadiri unsur pemerintah, dunia usaha, serta pemangku kepentingan daerah.
Pengukuhan ini menandai penguatan peran dunia usaha dalam mendorong kemandirian ekonomi di provinsi baru tersebut, sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah daerah, pengusaha, dan tenaga kerja dalam membangun struktur ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua DPP APINDO Papua Selatan, Herman Anitoe Basik Basik, menegaskan bahwa APINDO berkomitmen mendorong iklim investasi yang stabil, ramah, dan berkelanjutan di Bumi Anim Ha. Menurutnya, pengukuhan pengurus bukan sekadar agenda organisasi, melainkan langkah nyata memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah.
“Pengukuhan ini adalah manifestasi komitmen kami untuk memajukan iklim investasi dan membangun kemandirian ekonomi melalui sinergi tripartit yang inklusif antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja,” ujar Herman.
Ia menyebutkan tiga fokus utama kepengurusan APINDO Papua Selatan ke depan, yakni penguatan daya saing usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi kerakyatan. APINDO juga menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah, dengan peran sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Ketua Umum DPN APINDO, Shinta W. Kamdani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan DPP APINDO Papua Selatan merupakan momentum penting pasca pemekaran wilayah. Menurutnya, Papua Selatan sebagai daerah muda memiliki potensi besar untuk tumbuh dengan struktur ekonomi yang semakin beragam.
Shinta menyoroti peluang strategis yang terbuka di berbagai sektor, termasuk konstruksi, pertanian, kehutanan, perikanan, logistik, jasa distribusi, serta perdagangan lintas wilayah. Ia menilai pertemuan ini sebagai tanda bahwa Papua Selatan sedang bergerak menuju fase pembangunan ekonomi yang lebih terarah dan terintegrasi.
“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan dari pusat, tetapi juga dari kekuatan yang tumbuh di wilayah timur. Papua Selatan memiliki potensi besar yang harus ditangkap sebagai peluang bersama,” katanya.
Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, mengakui bahwa Papua Selatan masih menghadapi tantangan untuk menjadi daerah yang sepenuhnya menarik bagi dunia usaha. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya bersama pengusaha untuk memperkenalkan potensi Merauke dan Papua Selatan ke tingkat nasional.
Ia menekankan keunggulan Kabupaten Merauke di sektor pertanian, terutama dalam mendukung Program Strategis Nasional menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, APINDO, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Kita berharap pertumbuhan daerah ini dibangun dengan semangat bertumbuh bersama, penuh keadilan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., menegaskan bahwa Papua Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, khususnya di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan. Ia menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi daerah dilakukan secara simultan melalui tiga sektor utama, yakni produksi, distribusi, dan pasar.
Gubernur juga mendorong APINDO untuk tidak hanya melihat peluang di sektor konstruksi, tetapi juga di sektor produksi dan distribusi, termasuk penyediaan bibit, pupuk, alat dan mesin pertanian, logistik, hingga pemasaran hasil produksi. Menurutnya, peluang usaha dan lapangan kerja sangat terbuka, termasuk bagi putra-putri Orang Asli Papua.
“Tugas kita bersama adalah melihat peluang, mengelola potensi, dan mengajak masyarakat, khususnya orang asli Papua, untuk terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi,” tegas Apolo.
Pengukuhan DPP APINDO Papua Selatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran dunia usaha dalam mempercepat pembangunan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan. (LBS)
Editor: Ronald