
Selama saya bertugas bersama Pak Danlantamal XI Merauke, saya belum pernah melihat beliau marah. Dalam setiap pertemuan, beliau selalu menyapa lebih dahulu, tersenyum lebih dahulu, dan tampil sebagai penasehat, pembina, serta pembimbing bagi semua
GUbernur Apolo Memberikan sambutan
Merauke – Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan kesan mendalam kepada Laksamana Pertama TNI Joko Andriyanto yang telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XI Merauke.
Hal itu disampaikan Gubernur dalam acara pisah sambut Danlantamal XI Merauke yang digelar di Gedung Balai Prajurit Frans Kaisiepo, Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI Merauke, Senin (1/9/2025) malam.
Menurut Gubernur Apolo, Laksamana Pertama TNI Joko Andriyanto selama menjabat telah memberikan kontribusi yang besar, baik bagi pemerintah maupun masyarakat Papua Selatan.
“Selama saya bertugas bersama Pak Danlantamal XI Merauke, saya belum pernah melihat beliau marah. Dalam setiap pertemuan, beliau selalu menyapa lebih dahulu, tersenyum lebih dahulu, dan tampil sebagai penasehat, pembina, serta pembimbing bagi semua,” kata Gubernur Apolo.
Ia menambahkan, meski menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan, Laksamana Pertama Joko Andriyanto tidak pernah memperlihatkannya di depan publik maupun prajurit. “Kami banyak belajar dari beliau, baik di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) maupun dalam lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan, lanjut Gubernur, mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan karya yang telah diberikan. “Selamat jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga selalu diberikan kepercayaan, tanggung jawab, dan amanat yang lebih besar lagi,” tandasnya.
Acara pisah sambut itu juga dihadiri Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, Ketua DPR Papua Selatan Heribertus Silubun, Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan Demianus Katayu, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, serta tokoh agama, adat, dan Forkopimda baik tingkat kabupaten maupun provinsi.