Berangkat dari Swadaya Guru, SMA Negeri SATAP 4 Senayu Kini Miliki Gedung Permanen

Sekolah ini hadir untuk anak-anak bangsa di Senayu. Harapan kami, fasilitas yang ada terus bertambah agar mereka bisa belajar dengan layak

Kepala Sekolah SMA NEGERI SATAP 4 Senayu

Merauke — Perjuangan panjang membuka akses pendidikan menengah di wilayah terpencil akhirnya mulai terjawab. SMA Negeri SATAP 4 Senayu, Kabupaten Merauke, yang berdiri dari inisiatif dan swadaya para guru, kini telah memiliki sejumlah bangunan permanen hasil dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Kepala SMA Negeri SATAP 4 Senayu, Mikson T. Notanubun, S.Pd, mengungkapkan bahwa sekolah tersebut didirikan berangkat dari keprihatinan melihat lulusan SMP di wilayah Senayu yang setiap tahun tidak memiliki kelanjutan ke jenjang SMA.

“Waktu itu saya masih menjabat Kepala Sekolah SMP. Setiap tahun angka kelulusan ada, tapi anak-anak tidak bisa melanjutkan ke SMA. Dari situlah saya membuka SMA,” ujarnya.

Ia menjelaskan, izin operasional SMA mulai diurus pada tahun 2014 ke Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke dan mendapat persetujuan. Setahun kemudian, pada 2015, pendaftaran siswa dibuka melalui RRI. Pada masa awal berdirinya, keterbatasan sarana menjadi tantangan besar.

“Gedung sekolah kami bangun dengan swadaya Bapak Ibu Guru. Dinding papan, lantai tanah. Bahkan proses belajar mengajar sempat berlangsung di teras SMP,” ungkapnya.

Meski dengan fasilitas yang sangat terbatas, proses pendidikan tetap berjalan. Perjuangan panjang tersebut mulai mendapat perhatian pemerintah daerah, hingga pada tahun 2024 Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke membangun tiga ruang kelas baru (RKB) untuk SMA Negeri SATAP 4 Senayu.

“Walaupun masih banyak kekurangan, kami sangat bersyukur sudah ada pembangunan tiga RKB. Ini sangat membantu proses belajar mengajar di sekolah kami,” kata Mikson.

Seiring bertambahnya jumlah siswa, pihak sekolah kembali mengajukan proposal untuk melengkapi sarana pendukung. Upaya tersebut membuahkan hasil melalui bantuan kementerian pada 2023 dan dana revitalisasi pada 2025.

Dari sembilan item yang diajukan, tujuh item berhasil direalisasikan karena keterbatasan pagu anggaran. Fasilitas yang telah dibangun meliputi laboratorium IPA, perpustakaan, UKS, ruang administrasi, WC siswa, serta satu unit rumah dinas.

Dalam kesempatan tersebut, Mikson menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan, serta Direktur Sekolah Menengah Atas, Winner Jihad Akbar, beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan bagi pengembangan SMA Negeri SATAP 4 Senayu. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke atas dukungan pembangunan ruang kelas yang menjadi fondasi peningkatan layanan pendidikan di sekolah tersebut.

Ia berharap ke depan sekolah tersebut masih mendapat perhatian lanjutan, terutama untuk penambahan rumah dinas guru, pembangunan lapangan multifungsi, serta pagar sekolah demi keamanan dan kenyamanan peserta didik.

“Sekolah ini hadir untuk anak-anak bangsa di Senayu. Harapan kami, fasilitas yang ada terus bertambah agar mereka bisa belajar dengan layak,” pungkasnya. (LS)

AGENDA
LINK TERKAIT