
Untuk anak sekolah kita MoU dengan Perum Damri. Kita sewa bus Damri untuk operasional antar jemput anak sekolah. Kurang lebih sewa bus Damri Rp 10 juta per bulan. Tahun depan, 2026 kita mulai dari Januari–Desember,” terangnya.
Foto bersama dalam giat penyerahan hibah di gendung kenegaraan (Foto: Humas)
MERAUKE — Program bus sekolah Pemprov Papua Selatan dipastikan tetap berjalan pada 2026, meski jumlah armada yang dioperasionalkan menurun drastis. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Papua Selatan, Michael Rooney Gomar, saat mendampingi Gubernur dalam penyerahan hibah kendaraan, Selasa (02/12/2025).
Michael menegaskan bahwa meski pengadaan kendaraan baru tidak dialokasikan di tahun 2026, pelayanan bus untuk pelajar tetap berlanjut.
“Bantuan bus untuk anak sekolah yakni kerja sama Pemprov Papua Selatan melalui Dinas Perhubungan dengan Perum Damri tetap kita lanjutkan di tahun 2026. Mungkin armada saja yang berkurang,” jelasnya.
Pada 2025, Dishub mengoperasikan sekitar enam unit armada dari Oktober–Desember. Namun, pada 2026 jumlahnya hanya tersisa tiga armada.
Untuk memberi kepastian layanan, Dishub telah menyiapkan kontrak sewa bus Damri.
“Untuk anak sekolah kita MoU dengan Perum Damri. Kita sewa bus Damri untuk operasional antar jemput anak sekolah. Kurang lebih sewa bus Damri Rp 10 juta per bulan. Tahun depan, 2026 kita mulai dari Januari–Desember,” terangnya.
Program ini dinilai penting untuk meringankan beban transportasi keluarga dan memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah dengan aman. (JR)
Editor: RR