
Dulu kami hidup dari alam. Sekarang kami punya kebun sendiri, punya pendapatan bulanan, dan bisa rencanakan masa depan. Ini perubahan besar bagi marga
Sekertaris 1 Koperasi Mandob Sejahtera (Foto: Yuni)
Dalam pertemuan bersama awak media di Kantor Koperasi Mandob Sejahtera, Muting, Selasa (25/11/2025), Arnold Mahuze Sekretaris I yang mewakili pengurus koperasi menceritakan perubahan besar yang dialami marga pemilik ulayat sejak plasma PT BIA mulai hadir dan beroperasi.
Arnold mengenang masa sebelum perusahaan hadir, ketika kehidupan masyarakat hanya mengandalkan alam.
“Dulu kami hidup dari ikan, daging, dan apa saja yang bisa kami cari di hutan,” ujarnya membuka percakapan. Tidak ada pendapatan tetap. Tidak ada pekerjaan formal. Tidak ada aktivitas ekonomi yang teratur.
Semua berubah ketika PT BIA mulai membuka lapangan kerja. “Kami marga yang dulu tidak bekerja, sekarang sebagian besar bisa menjadi karyawan. Itu pertama kali masyarakat punya pendapatan tetap,” kata Arnold.
Titik balik berikutnya adalah ketika kebun plasma 20 persen mulai dibangun. Awalnya hanya 900 hektare, dibuka sendiri oleh tim plasma dan masyarakat. Namun seiring waktu, kebutuhan bertambah dan permohonan masyarakat disepakati, hingga luas plasma berkembang menjadi 3.900 hektare.
Perubahan ekonomi mulai terlihat jelas sejak 2022, ketika plasma memasuki masa menghasilkan. Pendapatan masyarakat naik signifikan. “Kalau bulan produksi bagus, anggota bisa terima Rp7 juta. Kalau musim turun, ya kami terima Rp2–3 juta. Itu alam yang tentukan,” jelas Arnold.
Ia juga menegaskan bahwa penurunan produksi pada bulan-bulan tertentu adalah fenomena musiman, bukan masalah pengelolaan. Koperasi, katanya, terus bekerja sama dengan tim plasma dalam perawatan, supervisi, dan pemupukan agar produksi tetap stabil.
Arnold juga mengakui perubahan kultur masyarakat. “Dulu kami sering ganggu manajemen plasma dengan permintaan kendaraan atau alat. Sekarang kami sudah hentikan. Kami fokus kerja, bukan urusan pribadi,” tegasnya.
Dengan nada bangga, ia menutup percakapan:
“Dulu kami hidup dari alam. Sekarang kami punya kebun sendiri, punya pendapatan bulanan, dan bisa rencanakan masa depan. Ini perubahan besar bagi marga.” (LBS)