
Dari hasil kejuaraan pemprov ke-2 ini akan menjadi langkah awal untuk membuat POBSI terus maju dan bisa menghasilkan pebilyar yang handal
pertandingan bilyar dalam rangka Porprov II (foto: IPS)
Info Papua Selatan, Merauke — Pagi menjelang siang, suasana di arena Bilyar KAMI, Jalan Muli Merauke, terasa berbeda. Lampu-lampu meja biru laut memantulkan sorot tajam ketika dua atlet biliar asal Kabupaten Asmat, Heribertus Habm dan Willem Pameo, saling berhadapan dalam pertandingan semi final bola 9 tunggal.
Meski berasal dari daerah yang sama, keduanya tampil tanpa kompromi. Setiap bidikan dibalas dengan bidikan, setiap strategi dibangun dengan kecermatan. Tak jarang membuat ketegangan penonton ketika keduanya menunjukkan teknik yang matang dan ketenangan tingkat tinggi.
Pertandingan sengit itu akhirnya memastikan satu hal: Asmat mengantongi medali perunggu, apa pun hasil dari duel internal tersebut. Kebanggaan pun mengalir, baik bagi para atlet maupun pendukung yang hadir.
Ketua POBSI Asmat, Johanis Ohoiwutun, ikut menyaksikan langsung pertandingan sesama putra terbaik Asmat itu. Ia mengaku bangga dengan performa para atlet yang diturunkan pada kejuaraan kali ini.
“Kami dari pengurus POBSI Kabupaten Asmat merasa senang dengan perolehan sementara ini,” ujarnya, Jumat (28/11).
Menurut Johanis, dari tujuh atlet yang dikirim, semuanya berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka, bahkan melampaui ekspektasi awal.
Bagi POBSI Asmat, hasil pada Porprov Papua Selatan ini bukan sekadar capaian sementara, tetapi menjadi dorongan kuat untuk pembinaan jangka panjang. Johanis menegaskan bahwa momentum ini akan dimanfaatkan untuk menemukan lebih banyak bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di tingkat daerah bahkan lebih tinggi.
“Dari hasil kejuaraan pemprov ke-2 ini akan menjadi langkah awal untuk membuat POBSI terus maju dan bisa menghasilkan pebilyar yang handal,” katanya yakin.
Kejuaraan-kejuaraan daerah seperti Porprov menjadi wadah penting bagi atlet dan pengurus untuk melihat sejauh mana perkembangan olahraga biliar di Asmat. Lebih dari itu, ajang ini menjadi sumber motivasi agar pembinaan tidak berhenti dan terus berkembang dari tahun ke tahun.
Dengan semangat yang terus menyala, POBSI Asmat tampaknya siap melangkah lebih besar dari meja biru laut di Merauke menuju panggung prestasi yang lebih luas (JR).
Editor: Roanald