FGD Geologi Dorong Papua Selatan Siapkan Fondasi Lingkungan yang Tangguh

Lingkungan rusak karena manusia, lingkungan tidak bisa dirusak oleh lingkungan itu sendiri,” katanya.

Menabuh tifa bersama

Merauke, 4 Desember 2025 — Upaya memperkuat daya tahan lingkungan Papua Selatan kembali dipertegas melalui Focus Group Discussion (FGD II) Kajian Geologi dalam Siklus Lingkungan Hidup. Forum ini dianggap krusial untuk memastikan pembangunan di Papua Selatan berdiri di atas data dan pemetaan lingkungan yang akurat.

Sekda Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, menegaskan bahwa masa depan wilayah ini ditentukan oleh sejauh mana pemerintah dan masyarakat menaruh perhatian terhadap lingkungan.

“Saya mengajak untuk berperan aktif untuk Papua Selatan yang tangguh, lestari, dan berdaya saing,” ujarnya saat membuka FGD di Hotel Sunny Day Inn, Merauke, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, kajian geologi menjadi dasar penting dalam memahami siklus lingkungan hidup. Lewat pemetaan geologi yang benar, risiko bencana, kerusakan ekosistem, hingga perencanaan tata ruang dapat diantisipasi lebih baik.

“Kalau kita abaikan ini, kualitas pembahasannya rendah. Gara-gara kita mengabaikan banyak hal, makanya sampai hari ini kita di Papua ini tidak bergerak bagus,” tegasnya.

Ferdinandus juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan bukan terjadi begitu saja, melainkan akibat perilaku manusia.

“Lingkungan rusak karena manusia, lingkungan tidak bisa dirusak oleh lingkungan itu sendiri,” katanya.

FGD II ini digelar oleh Bapperida Papua Selatan dan diikuti perwakilan empat kabupaten—Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat—secara daring. (**)

AGENDA
LINK TERKAIT