
Saya minta kepada generasi muda untuk selalu peka dan siap dalam menghadapi perubahan dan tata kerja yang tak bersikap
Wagub PPS berikan sambutan (Foto: Humas)
Merauke – Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, mengajak generasi muda di Papua Selatan untuk lebih peka terhadap perubahan zaman dan siap menghadapi tantangan di era keterbukaan informasi serta transformasi sosial yang terus berkembang.
Ajakan itu disampaikan Paskalis saat membuka diskusi panel kerukunan umat beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Selatan di Aula Wotjtyla, Keuskupan Agung Merauke, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, masa depan Papua Selatan berada di tangan generasi muda sehingga mereka harus memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan pola kerja maupun perkembangan sosial di tengah masyarakat.
“Saya minta kepada generasi muda untuk selalu peka dan siap dalam menghadapi perubahan dan tata kerja yang tak bersikap,” kata Paskalis dalam sambutannya.
Ia menilai generasi muda juga dituntut sigap menghadapi era keterbukaan informasi dan transformasi yang berkembang sangat cepat. Karena itu, mereka harus mampu menyesuaikan diri dan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui forum diskusi tersebut, Paskalis berharap lahir pemikiran yang lebih tajam, arif, dan mampu menghasilkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di Papua Selatan. Menurutnya, segala bentuk sikap intoleran harus dicegah agar tidak berkembang di tengah masyarakat.
“Ingat ada hal-hal yang bersifat intoleran, itu harus dicegah dan tidak boleh ada di Bumi Animha ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Paskalis turut meminta FKUB Papua Selatan menyiapkan diskusi lanjutan bersama DPR Papua Selatan guna memperkuat sinergi program kerukunan umat beragama di daerah tersebut.
“Pengurus diharapkan dalam waktu dekat bisa bersamanya ke DPRP Papua Selatan untuk diskusi lanjutan,” ujarnya.
Ia berharap FKUB dapat memaparkan program kerja secara langsung di hadapan DPR Papua Selatan sehingga upaya menjaga kerukunan dan toleransi di daerah bisa mendapat dukungan yang lebih luas. (Tom)