Golkar Papua Selatan Target Rampungkan Konsolidasi Februari Ini, Apolo: Musda Harus Aman dan Bermartabat

Punya hak dan kewajiban yang sama untuk mencalonkan diri dan dicalonkan sebagai calon ketua, pimpinan, dan membesarkan organisasi. Tentu dengan memenuhi seluruh ketentuan dan mengikuti tahapan, proses, dan mekanisme sebagaimana diperlukan

Pelaksanaan Musda DPD Golkar Kabupaten Merauke (Foto: IPS)

MERUAKE – Arah politik Partai Golkar di Papua Selatan mulai dipastikan menjelang Pemilu 2029. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD II Partai Golkar Kabupaten Merauke, proses konsolidasi kepengurusan ditargetkan tuntas bulan ini, sehingga mesin partai bisa bekerja lebih awal dan terstruktur.

Hal itu ditegaskan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam sambutannya pada pembukaan Musda VIII DPD II Partai Golkar Kabupaten Merauke, Sabtu (14/2/2026), di Gedung Yorgen Sai, Sekretariat Partai Golkar Kabupaten Merauke, Jalan Ahmad Yani, Merauke.

Apolo menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya yang telah menuntaskan masa bakti 2020–2025. Ia menegaskan, setiap kader memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mencalonkan diri dan dicalonkan sebagai ketua, sepanjang memenuhi ketentuan organisasi.

“Punya hak dan kewajiban yang sama untuk mencalonkan diri dan dicalonkan sebagai calon ketua, pimpinan, dan membesarkan organisasi. Tentu dengan memenuhi seluruh ketentuan dan mengikuti tahapan, proses, dan mekanisme sebagaimana diperlukan,” ujar Apolo.

Ia berharap Musda berjalan aman, tertib, dan sukses, sehingga dapat melahirkan ketua terpilih yang mampu melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah.

“Oleh karena itu, kita harapkan semoga Musda ini akan berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses sehingga kita dapat memilih dan menetapkan ketua terpilih untuk melakukan konsolidasi organisasi, mengisi pengurus, dan meningkatkan kekuatan organisasi,” katanya.

Apolo menegaskan, 2026 merupakan tahun konsolidasi bagi Partai Golkar. Di tingkat pusat, proses sudah rampung. Hingga Januari 2026, seluruh kepengurusan DPD I provinsi di Indonesia telah terbentuk. Kini, konsolidasi dilanjutkan di tingkat DPD II kabupaten/kota.

Dalam konteks Papua Selatan, ia menyebut pekan sebelumnya Musda DPD II Kabupaten Asmat telah selesai dilaksanakan. Sementara Musda di Merauke menjadi bagian dari tahapan yang ditargetkan rampung Februari ini, disusul kabupaten lainnya.

“Sehingga kita harapkan di bulan Februari ini seluruh pengurus DPD II Partai Golkar dalam cakupan Provinsi Papua Selatan sudah selesai seluruhnya,” tegasnya.

Menurut Apolo, konsolidasi ini bukan sekadar agenda internal, tetapi persiapan menghadapi kontestasi demokrasi mendatang, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden tahun 2029.

“Sehingga kita dapat memilih siapa yang akan mengikuti pemilu legislatif dan pemilihan umum presiden pada tahun 2029,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa partai politik dibentuk berdasarkan undang-undang dan memiliki tujuan konstitusional yang sama, yakni melaksanakan pemilu demi mencapai tujuan nasional.

“Kita sama-sama dibentuk dengan undang-undang partai politik untuk melaksanakan pemilu sebagaimana diatur oleh undang-undang pemilu dengan satu tujuan, yaitu mencapai tujuan pembangunan nasional,” kata Apolo.

Musda VIII DPD II Partai Golkar Kabupaten Merauke sendiri menjadi forum evaluasi, konsolidasi, sekaligus pemilihan kepengurusan periode 2026–2031. Dari forum inilah akan ditentukan arah kepemimpinan Golkar Merauke lima tahun ke depan—yang dampaknya tidak hanya dirasakan internal partai, tetapi juga memengaruhi dinamika politik dan pembangunan daerah. (LS)

AGENDA
LINK TERKAIT