
Kita mau pilih pemerintah daerahnya enak atau rakyatnya yang puas?
Rapat panitia
Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan menegaskan bahwa perayaan Natal bersama tahun ini harus benar-benar menghadirkan sukacita bagi warga. Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, saat memimpin rapat kedua persiapan Natal bersama pemerintah provinsi, TNI/Polri, dan masyarakat di Kantor Gubernur Papua Selatan, Sabtu (15/11/2025).
Dalam rapat tersebut, Sekda Ferdinandus menekankan bahwa ukuran keberhasilan Natal bersama bukan pada kenyamanan pejabat, melainkan kepuasan masyarakat yang hadir.
“Kita mau pilih pemerintah daerahnya enak atau rakyatnya yang puas? Kalau rakyatnya harus puas, berarti kita harus keluarkan lebih banyak energi,” ujar Sekda Ferdinandus.
Ia mencontohkan, pelaksanaan di hotel mungkin lebih praktis bagi pemerintah, namun tidak memberi ruang luas bagi masyarakat. Sebaliknya, jika digelar di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai Merauke, pemerintah harus bekerja lebih keras mempersiapkan angkutan, konsumsi, dekorasi, tata panggung, dan seluruh perlengkapan agar warga dapat merasakan kenyamanan penuh saat beribadah.
Sekda juga meminta agar panggung dan tata ruang GOR benar-benar disulap menjadi tempat ibadah yang istimewa. “Penampilan panggung harus dipikirkan dengan baik, bagaimana pun harus terlihat layak dan khusus untuk ibadah,” tegasnya.
GOR Hiad Sai Ditapkan sebagai Lokasi Natal Bersama
Setelah mempertimbangkan seluruh masukan, panitia menyepakati GOR Hiad Sai Merauke sebagai lokasi pelaksanaan Natal bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan, TNI/Polri, dan masyarakat.
Perayaan Natal dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025, dengan mengangkat tema nasional: “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”.
Pawai Natal dan Dua Lomba Utama Siap Meriahkan Perayaan
Menjelang ibadah Natal bersama, panitia juga menyiapkan pawai atau parade Natal serta dua jenis lomba utama.
Koordinator lomba, Soleman Jambormias, menjelaskan bahwa lomba pertama adalah hias kandang Natal dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya.
“Kandang Natal tahun ini harus besar, dan di dalamnya ada aktivitas seperti khotbah maupun pemutaran lagu-lagu Natal. Yang dinilai adalah aktivitasnya, bukan hanya bentuk pondoknya,” jelas Soleman.
Ia menambahkan, pondok Natal juga dapat difungsikan sebagai pos siskamling selama masa perayaan. Proses pembuatan sudah boleh dimulai sejak sekarang.
Penilaian akan berlangsung 5–27 Desember 2025, dan pemenangnya akan diumumkan serta menerima hadiah usai ibadah Natal bersama pada 29 Desember.
Lomba kedua adalah lomba menyanyi, mencakup kategori solo, vokal grup, dan paduan suara. Pesertanya berasal dari berbagai gereja maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Lomba akan dimulai pada 10 Desember 2025. (LBS)