
Sudah kami sampaikan secara langsung supaya tidak lagi melakukan hal-hal serupa di masa mendatang
Gubernur menerima pendemo di halaman GN (Foto: IPS)
Merauke, Senin (3/11/2025) — Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa pembakaran mahkota burung cenderawasih oleh oknum Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) merupakan perbuatan yang menodai harga diri orang Papua.
Hal ini disampaikan Gubernur saat menerima aspirasi mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Papua Selatan, di Aula Kantor Gubernur Papua Selatan, Senin (3/11/2025).
Dalam dialog tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa tindakan pembakaran simbol budaya Papua itu telah menyinggung nilai-nilai kehormatan masyarakat adat.
“Peristiwa pembakaran mahkota burung cenderawasih itu salah satu perbuatan yang telah menodai harga diri orang Papua,” tegas Apolo.
“Kalau kita kehilangan harta benda, itu tidak berarti apa-apa. Kalau kehilangan nyawa, kita kehilangan separuh diri kita. Tapi kalau kehilangan harga diri, berarti kita kehilangan segalanya,” ujar Gubernur mengutip nasihat orangtua Papua.
Gubernur menambahkan, pihaknya telah memanggil Kepala BKSDA Provinsi Papua Selatan dan Papua, serta Kepala Kantor Taman Nasional Wasur, untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban.
“Sudah kami sampaikan secara langsung supaya tidak lagi melakukan hal-hal serupa di masa mendatang,” katanya.
Menurutnya, kedua pimpinan instansi tersebut telah menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa para pelaku tengah diproses hukum oleh pimpinannya.
“Kami juga menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras perbuatan tersebut karena itu merupakan perbuatan yang menodai marwah, harkat, dan martabat orang asli Papua,” tutup Gubernur Apolo. (LBS)