Hidrogen Jadi Harapan Baru Listrik Murah dan Stabil di Papua Selatan

HDF Energy adalah perusahaan yang berfokus pada green energy. Pendekatan kami adalah mengombinasikan energi terbarukan dengan hydrogen storage untuk menghasilkan listrik yang stabil dan affordable

Gubenur Papua Selatan bersalaman usai penandatanganan MoU dengan HDF energy (Foto: IPS)

Info Papua Selatan - Merauke 03 Desember 2025,Upaya mencari sumber energi listrik yang lebih stabil dan murah bagi warga Papua Selatan memasuki babak baru. Melalui MoU dengan PT HDF Energy Indonesia, Pemprov Papua Selatan membuka pintu bagi teknologi hidrogen hijau yang mampu menyediakan energi bersih jangka panjang dengan biaya lebih efisien.

Presiden Direktur HDF Energy Indonesia, Mathieu Géze, menjelaskan bahwa perusahaan asal Prancis itu fokus pada pengembangan pembangkit listrik yang menggabungkan energi terbarukan dan penyimpanan hidrogen.

“HDF Energy adalah perusahaan yang berfokus pada green energy. Pendekatan kami adalah mengombinasikan energi terbarukan dengan hydrogen storage untuk menghasilkan listrik yang stabil dan affordable,” ungkapnya usai penandatanganan MoU di Merauke.

Ia menegaskan bahwa Papua Selatan dipilih sebagai salah satu lokasi utama untuk pengembangan pembangkit berbasis hidrogen karena potensi daerah dan kebutuhan energi masa depan yang cukup besar.

“Kami berada di sini karena kami mengembangkan power plant yang akan berbasis di Papua Selatan,” ujarnya.

Mathieu menambah bahwa rencana pembangunan pembangkit listrik ini akan dilanjutkan melalui koordinasi intens dengan Pemprov Papua Selatan, pemerintah pusat, PLN, dan sektor energi di Indonesia.

“Rencananya akan membangun power plant di Papua Selatan, namun masih ada rangkaian koordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN,” jelasnya.

Gubernur Apolo Safanpo menilai kehadiran HDF Energy sangat penting dalam menjaga ketahanan energi Papua Selatan untuk jangka panjang.

“Dari proyeksi pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah, kita akan membutuhkan energi dalam jumlah besar. Teknologi hidrogen bisa menjadi jawabannya,” kata Gubernur.

Ia menekankan bahwa energi hidrogen yang diproduksi dari air dapat menghasilkan daya besar dengan input yang kecil.

“Hanya satu meter kubik air bisa menghasilkan energi yang sangat besar,” tegasnya.

Apolo berharap kehadiran teknologi ini tidak hanya menyuplai rumah tangga, tetapi juga mendukung tumbuhnya industri, usaha swasta, yayasan, dan lembaga pendidikan di Papua Selatan.

Kerja sama ini menjadi langkah awal menjawab kebutuhan dasar warga: akses listrik yang stabil, bersih, dan terjangkau. (LBS)


Editor: Ronald

AGENDA
LINK TERKAIT