
“Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk memperoleh kepastian jadwal pemulihan jaringan dan memastikan langkah strategis Telkom dalam menghadirkan solusi permanen,” ujar Yulians Charles Gomar.
Rapat DPR aliansi mahasiswa Papua selatan dan Telkom pusat
Jakarta, 10 September 2025 – Masyarakat Papua Selatan menuntut kepastian kapan internet kembali normal setelah gangguan berulang sejak 2018 membuat aktivitas belajar, bekerja, hingga usaha terganggu.
Terputusnya jalur backup kabel laut Fakfak–Ambon pada 9 September 2025 lalu memperparah situasi, membuat jaringan melemah lebih cepat dari jadwal resmi yang sudah diumumkan.
Untuk merespons keresahan itu, Komisi II DPR Papua Selatan bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Papua Selatan kembali mendatangi manajemen Telkom Indonesia di The Telkom Hub Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Pertemuan ini dipimpin Ketua Komisi II DPR Papua Selatan, Yulians Charles Gomar, S.H., M.H., dengan menghadirkan perwakilan aliansi yakni Yoram Ogay (BEM Unmus), Matsalim Mahuze (Ojol), Mikael Miguel (PMKRI), Arham (KAMMI), dan Andika Labobar (GMKI).
Dari pihak Telkom hadir Marfani (VP Connectivity Service & Budget Strategi Direktorat Network), Ahmad Reza (SVP Group Sustainability Corporate Communication), Andri Herawan Sasoko (VP Corporate Communication), serta Amin Soebagyo (EVP Telkom Regional 5) secara daring.
Dalam penjelasannya, Telkom menyampaikan bahwa perbaikan jalur Sorong–Merauke ditargetkan selesai pada 13 September 2025. Selain itu, dipaparkan rencana jangka menengah berupa pembangunan mini data center di Merauke dan jalur radio Mappi–Tanah Merah, serta rencana jangka panjang pembangunan kabel laut Merauke–Tual yang ditargetkan rampung tahun 2028.
Ketua Komisi II DPR Papua Selatan menegaskan, tujuan utama pertemuan ini adalah mendapatkan kepastian.
“Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk memperoleh kepastian jadwal pemulihan jaringan dan memastikan langkah strategis Telkom dalam menghadirkan solusi permanen,” ujar Yulians Charles Gomar.
Ia juga menekankan pentingnya kejelasan informasi agar masyarakat tidak terus dihantui kebingungan.
“Papua Selatan adalah garda terdepan NKRI. Tidak boleh lagi wilayah ini terisolasi digital hanya karena ketiadaan jalur redundansi yang memadai,” tegasnya.
Di akhir, Gomar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Kabupaten Merauke, Polres Merauke, serta Telkom Group yang telah memfasilitasi rangkaian kegiatan ini.