Jalur Jadi ASN Dibuka, Pemprov Papua Selatan Dorong OAP Masuk Sekolah Kedinasan

Jadi, kalau masuk sekolah ini sudah pasti jalurnya jelas. Saya beri contoh karena saya alumni kedinasan juga, saya dari STPDN yang sekarang IPDN tahun 1994

Menabuh tifa bersama tanda kegiatan dimulai (Foto: Humas)

Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong putra-putri Orang Asli Papua (OAP) memanfaatkan peluang masuk sekolah kedinasan sebagai jalan meraih masa depan dan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) Sekolah Ikatan Dinas yang digelar di Aula SMK Negeri 1 Merauke, Selasa (12/5/2026).

Mewakili Gubernur Papua Selatan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan, Willem Andrew da Costa, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membuka akses informasi lebih luas bagi generasi muda Papua Selatan terkait peluang pendidikan kedinasan.

Ia berharap sosialisasi itu dapat membantu putra-putri OAP menentukan masa depan melalui jalur sekolah kedinasan yang telah terintegrasi dengan formasi ASN.

“Kalau kita mau jadi pegawai negeri, ini jalurnya ke sana,” kata Willem.

Menurutnya, sekolah ikatan kedinasan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Selatan karena lulusannya memiliki arah karier yang jelas.

“Jadi, kalau masuk sekolah ini sudah pasti jalurnya jelas. Saya beri contoh karena saya alumni kedinasan juga, saya dari STPDN yang sekarang IPDN tahun 1994,” ujarnya.

Willem menjelaskan pemerintah provinsi memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM Orang Asli Papua melalui berbagai jalur afirmasi yang telah diatur dalam kebijakan Otonomi Khusus (Otsus).

Namun demikian, ia menegaskan perhatian terhadap OAP bukan berarti masyarakat non Papua diabaikan.

“Jangan non orang asli Papua merasa dinomor duakan, sebenarnya tidak,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam sekolah kedinasan seperti IPDN terdapat jalur nasional dan jalur afirmasi.

“Kalau OAP mengikuti jalur afirmasi, kalau yang non Papua mengikuti jalur nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Willem juga memotivasi generasi muda Papua Selatan agar tidak melewatkan peluang yang telah tersedia.

“Ibaratnya makanan sudah ada di depan mata tinggal makan saja, jangan lewatkan,” katanya.

Menurutnya, yang paling penting dipersiapkan oleh calon peserta adalah komitmen dan mental selama mengikuti pendidikan kedinasan.

“Memang di awal pendidikan berat namun selanjutnya tidak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, guru pendamping, serta sekolah-sekolah kedinasan yang hadir memberikan informasi dan motivasi kepada para siswa.

“Atas nama pimpinan, kami mengapresiasi tinggi kepada para narasumber maupun para guru pendamping dan para siswa yang diundang hadir dalam kegiatan ini,” kata Willem.

Ia berharap sosialisasi tersebut dapat memberi manfaat bagi generasi muda Papua Selatan dalam menentukan pilihan pendidikan dan masa depan mereka.

“Jangan ragu bermimpi, jangan ragu bersaing, kami pemerintah akan terus mendampingi saudara-saudari sekalian, kalian adalah masa depan provinsi ini,” katanya. (Tom)

AGENDA
LINK TERKAIT