Kapolres Boven Digoel: Situasi Kamtibmas Sudah Terkendali Pascaaksi Massa

Kami mohon masyarakat tetap tenang dan jangan mudah terpancing isu. Percayakan prosesnya kepada penegak hukum

Kapolres Boven Digoel

Boven Digoel, Rabu (22/10/2025) — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., CPHR, memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Boven Digoel saat ini telah berangsur kondusif dan terkendali setelah sempat terjadi aksi massa yang berujung ricuh.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolres menjelaskan bahwa aksi masyarakat yang digelar sejak pagi merupakan bentuk reaksi terhadap beredarnya video pemusnahan sejumlah barang bukti berupa mahkota adat Papua. Aksi tersebut awalnya berlangsung damai, namun situasi berubah setelah muncul sekelompok orang yang diduga memprovokasi massa.

“Aksi dari pagi hingga siang berjalan damai. Kami dari Polres bersama Kodim melakukan pengawalan secara humanis. Tapi menjelang sore muncul provokator yang memancing emosi warga hingga terjadi kericuhan,” ujar AKBP Wisnu.

Akibat insiden tersebut, beberapa orang mengalami luka-luka, baik dari masyarakat maupun aparat. Para korban telah mendapat penanganan medis di RSUD Boven Digoel. Selain itu, sempat terjadi penjarahan terbatas terhadap warga kecil di sekitar lokasi sebelum situasi kembali dikendalikan oleh aparat gabungan TNI–Polri.

“Kami tidak pungkiri, memang sempat terjadi gesekan dan penjarahan kecil, tetapi kini sudah kami kendalikan. Beberapa orang yang diduga provokator juga sudah diamankan untuk dimintai keterangan,” jelas Kapolres.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres menegaskan bahwa jajarannya telah mengambil langkah tegas dan terukur sesuai prosedur. Pengamanan dilakukan mulai dari imbauan, pembubaran dengan pengeras suara, hingga penggunaan gas air mata dan peluru karet, tanpa peluru tajam.

“Kami menerapkan tindakan sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan. Semua langkah dilakukan dengan terukur, untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa persoalan yang memicu aksi tersebut bermula dari proses hukum atas barang selundupan satwa yang dimusnahkan oleh BKSDA Papua, yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Ia menegaskan bahwa aparat kini fokus memulihkan situasi dan menjembatani komunikasi antar pihak.

“Kami pahami betul bahwa ini menyangkut nilai budaya dan harga diri masyarakat. Karena itu, kami bersama pemerintah daerah, Kodim, dan tokoh adat sedang melakukan langkah-langkah dialog dan rekonsiliasi agar situasi tetap aman,” kata AKBP Wisnu.

Ia juga mengimbau seluruh warga Boven Digoel untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya, serta menjaga keamanan bersama demi ketenangan masyarakat.

“Kami mohon masyarakat tetap tenang dan jangan mudah terpancing isu. Percayakan prosesnya kepada penegak hukum. Kami pastikan, keamanan di Boven Digoel saat ini dalam kendali penuh aparat,” pungkas Kapolres Wisnu Perdana Putra. (LBS)

AGENDA
LINK TERKAIT