
Kebijakan Afirmasi Otonomi Khusus Papua sebagai Wujud Komitmen Pemerintah demi Kesejahteraan Orang Asli Papua
Foto Gubernur Papua Selatan bersama Wamendagri dan Velix (Foto: istimewa)
JAKARTA — Kebijakan afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua kembali menjadi perhatian publik nasional. Isu yang menyentuh langsung kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) ini dibahas dalam dialog televisi NTV Today, yang menghadirkan Apolo Safanpo sebagai narasumber, Selasa (27/1/2026).
Dialog yang disiarkan secara langsung dari Studio Nusantara TV, Pulomas, Jakarta, pukul 11.30–12.00 WIB tersebut mengangkat tema “Kebijakan Afirmasi Otonomi Khusus Papua sebagai Wujud Komitmen Pemerintah demi Kesejahteraan Orang Asli Papua.” Tema ini dinilai relevan dengan kondisi riil masyarakat Papua yang masih membutuhkan keberpihakan kebijakan, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja.
Dalam forum nasional itu, Gubernur Papua Selatan memaparkan arah kebijakan pembangunan di Papua Selatan yang bertumpu pada afirmasi bagi OAP, sekaligus menegaskan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah agar Otsus benar-benar berdampak pada kehidupan masyarakat di kampung-kampung.
Dialog tersebut juga menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk serta Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai. Ketiganya membahas tantangan implementasi Otsus sekaligus peluang percepatan pembangunan di Tanah Papua melalui kebijakan yang lebih adaptif dan berpihak pada rakyat.
Kehadiran Gubernur Papua Selatan dalam program nasional ini menjadi ruang strategis untuk menyuarakan kepentingan daerah pemekaran baru, sekaligus memastikan bahwa kebijakan afirmasi tidak berhenti pada regulasi, tetapi diterjemahkan dalam program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program NTV Today disiarkan oleh Nusantara TV dan dapat diakses melalui platform daring Nusantaratv.com, yang menjangkau pemirsa di dalam negeri hingga masyarakat Indonesia di luar negeri. Dialog ini diharapkan memperluas pemahaman publik tentang Otsus Papua, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mendorong kesejahteraan Orang Asli Papua secara berkelanjutan. (LS)