Ketua MPR Papua Selatan Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Ruang Publik

Gerakan emansipasi perempuan telah berlangsung sejak masa Kartini. Namun di Papua, proses ini tidak semudah yang kita bayangkan karena ada adat yang terus mengikat

Ketua MRP Memberikan sambutan (Foto: IPS)

Merauke, 24/11/2025 – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan, Damianus Katayu, menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan dalam ruang-ruang publik, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah. Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Kongres Pertama Asosiasi Perempuan Papua Selatan yang digelar di Hotel Swiss-Belhotel Merauke, Senin (24/11).

Acara yang dihadiri perwakilan perempuan dari empat kabupaten di Papua Selatan tersebut dibuka dengan doa lintas agama. Jajaran Forkopimda provinsi dan Kabupaten Merauke, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh perempuan hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Katayu menyebut perjuangan perempuan Papua untuk hadir dalam ruang publik merupakan proses panjang yang tidak terlepas dari hambatan adat dan budaya. Menurut dia, norma tradisional selama ini menempatkan perempuan hanya pada peran domestik, sehingga kehadiran mereka di ruang politik dan pembangunan menjadi terbatas.

“Gerakan emansipasi perempuan telah berlangsung sejak masa Kartini. Namun di Papua, proses ini tidak semudah yang kita bayangkan karena ada adat yang terus mengikat,” ujar Katayu.

Ia menambahkan, meski menghadapi banyak keterbatasan, perempuan Papua telah membuktikan ketangguhan melalui peran mereka dalam keluarga dan ekonomi lokal, termasuk Mama-mama Papua di pasar.

Katayu menyebut gagasan pemberdayaan perempuan Papua mulai menguat pada 2016–2017, antara lain karena dua keprihatinan utama: tersisihnya Mama-mama Papua di pasar dan minimnya representasi perempuan di parlemen. Inisiatif tersebut, katanya, didorong oleh berbagai lembaga seperti LAPP, ADBIU, dan GFC yang mendorong hadirnya regulasi yang lebih berpihak kepada perempuan.

Ia juga menyinggung figur Ketua DPRD Merauke perempuan pertama, Lea Kamiu, sebagai salah satu pemicu bagi lahirnya gerakan keterlibatan perempuan di ranah politik dan pembangunan.

Katayu menegaskan bahwa perempuan bukan merupakan pesaing bagi laki-laki, tetapi mitra penting untuk mendorong pembangunan Papua Selatan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan Papua Selatan yang terus bergerak membuka ruang partisipasi yang lebih luas.

“Selamat berkongres. Perempuan Papua Selatan tidak hanya hadir di belakang, tetapi harus mengambil bagian dalam birokrasi, politik, ekonomi, dan pembangunan,” ujar Katayu menutup sambutannya.

Kongres Pertama Asosiasi Perempuan Papua Selatan dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda perumusan struktur, arah kebijakan organisasi, serta rekomendasi untuk peningkatan peran dan perlindungan perempuan di wilayah Papua Selatan. (RR)


Editor: RR

AGENDA
LINK TERKAIT