
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan publik melalui kolaborasi dengan rumah sakit swasta dan berbasis keagamaan
Merauke — Selama 25 tahun terakhir, RS Bunda Pengharapan Merauke menjadi salah satu penopang utama layanan kesehatan bagi warga Merauke dan sekitarnya. Tonggak pengabdian itu diperingati lewat Misa Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 yang digelar Selasa (3/2/2026) di Halaman RS Bunda Pengharapan, Jalan Tujuh Wali-wali, Merauke.
Misa Syukur dipimpin langsung oleh Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC dan berlangsung khidmat, diikuti manajemen rumah sakit, para suster, tenaga medis, staf, serta tamu undangan. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan atas keberlanjutan layanan kesehatan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat selama lebih dari dua dekade.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan publik melalui kolaborasi dengan rumah sakit swasta dan berbasis keagamaan. Hal itu disampaikan Asisten I Sekda Papua Selatan, Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si., yang mewakili Gubernur Papua Selatan.
“Pelayanan kesehatan adalah kewajiban pemerintah. RS Bunda Pengharapan telah membantu negara menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua Selatan,” ujarnya.
Ia menekankan, meskipun Papua Selatan sebagai daerah otonomi baru masih menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur dan jarak pelayanan pemerintahan, penguatan sektor kesehatan tetap menjadi prioritas. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong koordinasi lintas sektor agar akses dan kualitas layanan kesehatan semakin merata.
Sebagai bagian dari peringatan HUT ke-25, manajemen RS Bunda Pengharapan juga memberikan penghargaan kepada para tenaga kesehatan dan staf yang telah mengabdi dalam jangka panjang. Apresiasi diberikan kepada 9 suster, 6 dokter, dan 19 staf, yang sebagian besar telah melayani masyarakat selama 15 hingga 20 tahun.
Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi dan loyalitas para tenaga kesehatan yang selama ini berada di garis depan pelayanan, sekaligus pengakuan bahwa keberlanjutan layanan rumah sakit tidak lepas dari pengabdian sumber daya manusianya.
Memasuki usia seperempat abad, RS Bunda Pengharapan Merauke meneguhkan kembali perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan tumpuan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berkesinambungan. (Tom)