Lompatan Besar dari Asmat: Ketika Pencak Silat Menggema di GOR Merauke

Kemarin kami hanya mendapatkan 1 emas dan 1 perak. Sekarang sangat membanggakan karena hasilnya jauh lebih memuaskan,” ujar Batlayeri saat ditemui di sela-sela pertandingan

Pertarungan silat antara dua atlet (Foto: IPS)

Info Papua Selatan, Merauke — Dentuman gong memulai pertandingan dan teriakan wasit menembus riuh penonton di GOR Merauke. Di tengah gemuruh itu, enam pendekar muda asal Kabupaten Asmat saling mendukung dengan keyakinan penuh. Perjalanan jauh dari tanah rawa menuju kota perbatasan ini bukan sekadar keikutsertaan ini adalah pembuktian.

Selama tiga hari pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua Selatan II, para atlet pencak silat Asmat tampil penuh energi dan keberanian. Mereka hanya mengikuti lima dari sepuluh kelas yang dipertandingkan, namun hasil yang dibawa pulang jauh melampaui harapan: 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Harapan mulai menguat ketika Yoktan Maret memastikan medali perak di kelas A. Disusul kemudian oleh Viktor Jiriw yang menyumbang perunggu di kelas B, menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah tekanan persaingan. Sorak semakin membuncah ketika Hieronimus KamKauren di kelas C Naik ke podium tertinggi, saat meraih medali emas. Sementara itu, Yonas P. Kauren dan Theovilus Atuw kembali menambah deretan prestasi lewat perunggu di kelas D dan kelas G.

Di balik keberhasilan tersebut, ada persiapan panjang yang tidak banyak terlihat publik. Sang manajer kontingen, yang juga Ketua Harian IPSI Kabupaten Asmat, Marvel Batlayeri, S. Pd menyebut hasil ini merupakan buah dari keseriusan latihan pasca Porprov Papua Selatan I.

“Kemarin kami hanya mendapatkan 1 emas dan 1 perak. Sekarang sangat membanggakan karena hasilnya jauh lebih memuaskan,” ujar Batlayeri saat ditemui di sela-sela pertandingan, Jumat (28/11).

Menurut, Batlayeri peningkatan prestasi ini juga tidak bisa dipisahkan dari perhatian pemerintah daerah. Fasilitas latihan yang sebelumnya terbatas kini perlahan diperbaiki. Atlet-atlet juga diberi ruang untuk bertanding di luar daerah, memberi pengalaman berharga dalam membangun mental juara.

 “Kami sangat bersyukur karena pemerintah Kabupaten Asmat memberikan perhatian penuh dalam pengembangan pencak silat,” tambahnya.

Bagi para atlet muda ini, prestasi bukan sekadar medali. Ini adalah bukti bahwa talenta dari ujung selatan Papua dapat bersinar ketika diberi kesempatan. IPSI Asmat pun bertekad menjadikan momen ini sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih besar.

“Dengan hasil ini, ke depan kami akan terus berlatih untuk menciptakan atlet-atlet pencak silat yang lebih berkualitas,” tutupnya.

Di antara riuh tepuk tangan di GOR Merauke, nama Asmat kembali pulang dengan kebanggaan penuh. Mereka telah menunjukkan bahwa kerja keras, dukungan, dan keyakinan mampu mengubah mimpi menjadi prestasi. (JR) 

AGENDA
LINK TERKAIT