Malam Ke-10 Ramadan, Wagub Ingatkan: “Ada Dua Al, Alkohol atau Al-Qur’an”

Alkohol tidak menyelesaikan masalah. Alkohol tidak mengantarkan kita kepada suatu kebahagiaan. Yang bisa menyelesaikan masalah antara sesama di dunia ini hanyalah Al-Qur’an,” tegasnya.

Wagub beri sambutan

Agats – Umat Muslim di Kabupaten Asmat diingatkan agar menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat empati dan menjauhi minuman beralkohol. Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan saat menghadiri kegiatan ibadah pada malam ke-10 Ramadan 1447 Hijriah. (28/02)

Mengawali sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf karena mendahului tuan rumah dalam penyampaian sambutan.

“Sebenarnya ini mungkin kesalahan teknis, Tuan Rumah harus duluan. Saya minta maaf,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa secara etika forum, penyampaian biasanya dimulai dari pengurus masjid, kemudian bupati atau wakil bupati, baru ke tingkat provinsi. Namun ia menegaskan hal tersebut tidak menjadi persoalan besar.

Memasuki substansi, Wakil Gubernur menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus.

“Saya garis bawahi, tidak sekadar kita menahan haus dan lapar. Tetapi yang lebih dalam dari itu adalah sarana bagaimana kita bertakwa kepada Sang Pemberi kehidupan ini,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa napas kehidupan adalah anugerah Allah SWT yang diberikan tanpa biaya.

“Kita tidak bayar apapun. Nafas kehidupan yang diberikan kepada kita begitu gratis,” ucapnya.

Hujan yang turun saat kegiatan berlangsung dimaknainya sebagai rahmat dan tanda kasih sayang Tuhan.

“Allah memberikan hujan kepada kita itu sayang kepada kita. Hujan adalah rahmat, hujan adalah berkat,” ujarnya.

Dalam bagian yang paling tegas, ia mengajak masyarakat meningkatkan solidaritas dan empati, serta menjauhi konsumsi minuman keras.

“Alkohol tidak menyelesaikan masalah. Alkohol tidak mengantarkan kita kepada suatu kebahagiaan. Yang bisa menyelesaikan masalah antara sesama di dunia ini hanyalah Al-Qur’an,” tegasnya.

Dengan gaya retoris, ia mengingatkan, “Ada dua Al, alkohol dan Al-Qur’an. Tinggal Bapak Ibu pilih mana yang bisa menyelesaikan masalah dan mana yang tidak.”

Pesan tersebut menjadi penekanan penting di tengah berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat. Ramadan, menurutnya, adalah momentum memperbaiki diri sekaligus memperbaiki hubungan antarsesama. (LS)

AGENDA
LINK TERKAIT