MoU Baru Unpas–Merauke Resmi Ditandatangani

Ini adalah bentuk komitmen kami agar anak-anak Merauke bisa menempuh pendidikan tinggi dengan akses yang lebih terbuka dan terjangkau

Penandatangan MoU (Foto: Humas)

Bandung, 12 November 2025 — Universitas Pasundan (Unpas) dan Pemerintah Kabupaten Merauke resmi memperpanjang kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta Kontrak Kesepahaman (PKS) Penyusunan Tata Ruang Kabupaten Merauke. Acara berlangsung di Kampus II Unpas dan dihadiri langsung oleh Rektor Unpas beserta jajaran, serta Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, SH, LL.M.


Rektor Unpas: Kerja Sama Harus Nyata, Tidak Hanya di Atas Kertas


Rektor Unpas, Prof. Dr. H. Edy Yusuf Agam, S.H., M.Sc., menegaskan bahwa perpanjangan MoU kali ini bukan hanya seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam implementasi langsung di lapangan.


“Unpas adalah perguruan tinggi yang sudah berdiri 65 tahun dengan tujuh fakultas dan satu program pascasarjana. Komitmen kami adalah mengimplementasikan Tri Dharma secara nyata. MoU yang berjalan satu tahun terakhir sudah memberikan dampak, dan kami siap memperkuat kontribusi terutama melalui penelitian dan pengabdian masyarakat,” ujar Rektor.


Ia menambahkan, salah satu keunggulan Unpas adalah bidang teknologi pangan, yang relevan untuk mendukung potensi Merauke sebagai lumbung pangan nasional.


Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Merauke saat ini menjadi salah satu wilayah paling strategis dalam agenda pembangunan nasional, khususnya ketahanan pangan.


Beberapa poin penting disampaikan Bupati:

Pabrik tebu direncanakan beroperasi pada 2027 dengan potensi menghasilkan 3 juta ton gula dan etanol.

Seluruh 22 distrik Merauke berpotensi dikembangkan sebagai kawasan produksi padi.

Pertumbuhan penduduk diproyeksikan mencapai 255.168 jiwa pada 2025, ditambah potensi masuknya 15.000 tenaga kerja industri baru.

Karena Merauke merupakan bagian dari Daerah Strategis Nasional, penyusunan tata ruang yang terarah menjadi kunci.


“Kami mengapresiasi Unpas yang kembali mengambil bagian dalam penyusunan tata ruang. Ini penting untuk mendukung pembangunan pelabuhan Wanam sebagai simpul logistik Food Estate, serta rencana konektivitas seperti Jembatan Kumbe dan Buraka,” tegas Bupati.


Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Ahmad dari Unpas yang dipercaya sebagai Ketua Tim penyusunan tata ruang.


Wakil Rektor III Unpas, Prof. Dr. M. Budiana, S.Ip., M.Si., menekankan pentingnya investasi sumber daya manusia bagi pembangunan jangka panjang.


Ia menjelaskan dua program kunci:


1. Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)


Program pendidikan yang mengakui rekam jejak kerja lulusan SMA/D3/D4 sehingga dapat mengurangi beban SKS dan mempercepat penyelesaian pendidikan sarjana.


2. Beasiswa Khusus Mahasiswa Merauke


Sebagai bentuk dukungan terhadap beasiswa daerah Bupati Merauke, Unpas akan memberikan subsidi atau keringanan biaya tambahan bagi penerima beasiswa asal Merauke.


“Ini adalah bentuk komitmen kami agar anak-anak Merauke bisa menempuh pendidikan tinggi dengan akses yang lebih terbuka dan terjangkau,” ujar Prof. Budiana.


MoU Baru Berlaku Tiga Tahun, Disertai Penandatanganan PKS Tata Ruang


Acara dilanjutkan dengan agenda utama:

1. Penandatanganan MoU terbaru antara Pemerintah Kabupaten Merauke dan Unpas untuk periode 2025–2028.

2. Penandatanganan PKS Implementasi untuk pekerjaan Penyusunan Tata Ruang Lokal Kabupaten Merauke.


Penandatanganan tersebut menandai dimulainya babak baru kolaborasi akademik dan teknis antara Unpas dan Pemerintah Kabupaten Merauke.


Acara ditutup dengan ucapan terima kasih oleh MC, disertai harapan bahwa kerja sama ini menjadi momentum percepatan pembangunan Merauke sebagai kawasan maju, modern, dan berkelanjutan. (LBS)

AGENDA
LINK TERKAIT