Papua Selatan Bersiap Masuk Era Energi Bersih: MoU dengan HDF Energy Jadi Tonggak Baru

Ini akan kita kembangkan di Papua Selatan untuk memenuhi kebutuhan energi di provinsi, kabupaten, maupun dunia usaha yang akan tumbuh di Papua Selatan

Proses penandatanganan MoU Oleh Gubernur Papua Selatan (Foto: IPS)

Merauke — Papua Selatan bersiap memasuki babak baru penyediaan energi bersih. Pemerintah Provinsi Papua Selatan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT HDF Energy Indonesia untuk pengembangan proyek hidrogen hijau yang dapat menjadi sumber listrik jangka panjang bagi masyarakat di seluruh kabupaten.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar proyek teknologi, tetapi investasi untuk masa depan energi masyarakat Papua Selatan.

Ia menjelaskan bahwa sumber energi fosil, seperti minyak, batu bara, dan gas, terus mengalami penurunan dan tidak bisa diperbarui. Karena itu, banyak negara kini mendorong riset energi baru terbarukan, termasuk tenaga surya, angin, air, hingga biofuel. Namun kapasitas energi terbarukan masih terbatas dan membutuhkan terobosan baru.

“Saat ini energi-energi yang tidak bisa kita perbaharui itu jumlahnya semakin berkurang. Maka pemerintah di berbagai negara mendorong para ilmuwan untuk melakukan riset menemukan energi baru terbarukan,” kata Gubernur Apolo dalam penutupan penandatanganan MoU di Swiss-Belhotel Merauke.

Menurut Gubernur, teknologi hidrogen yang dikembangkan HDF Energy menjadi salah satu solusi masa depan. Bahkan, hanya satu meter kubik air dapat menghasilkan energi sangat besar jika melalui teknologi konversi hidrogen.

“Ini akan kita kembangkan di Papua Selatan untuk memenuhi kebutuhan energi di provinsi, kabupaten, maupun dunia usaha yang akan tumbuh di Papua Selatan,” ujarnya.

Gubernur Apolo menyebut kebutuhan energi Papua Selatan memang belum besar saat ini. Namun proyeksi pertumbuhan penduduk dan pembangunan cepat di masa depan membuat kebutuhan listrik akan meningkat tajam.

“Oleh karena itu kita membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi energi baru terbarukan di Papua Selatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada HDF Energy yang memilih Papua Selatan sebagai lokasi pengembangan energi hidrogen hijau.

Perwakilan HDF Energy, Mathieu Géze, menegaskan komitmen perusahaannya untuk membangun pembangkit listrik berbasis hidrogen di Papua Selatan.

“Ambisi kami adalah menetapkan power plant di sini,” ujar Mathieu.

“Pendekatan kami adalah mengombinasikan energi terbarukan dengan penyimpanan hidrogen untuk menghasilkan listrik yang stabil dan terjangkau.”

HDF Energy sebelumnya telah menandatangani beberapa MoU dengan PLN, termasuk yang disaksikan langsung Presiden Prabowo, sehingga pembangunan proyek di Papua Selatan akan dilanjutkan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah. (LBS)

Editor: Ronald

AGENDA
LINK TERKAIT