Papua Selatan Perkuat Inovasi Daerah untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Semua dapat terlaksana hanya sebuah inovasi maka semua pelayanan juga lebih cepat dan maju,” kata Ferdinandus.

Sekda PS Berikan sambutan (Foto: humas)

Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan memperkuat inovasi daerah sebagai langkah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan meningkatnya tuntutan publik terhadap layanan pemerintahan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Daerah yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Provinsi Papua Selatan serta empat kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Merauke, Kamis (18/6/2026), dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Jumat (19/6/2026).

Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mengatakan inovasi bukan lagi sekadar pilihan dalam penyelenggaraan pemerintahan, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjawab tantangan global.

Menurutnya, keterbatasan anggaran dan meningkatnya harapan masyarakat menuntut pemerintah bekerja lebih cepat, lebih mudah, dan tepat sasaran.

“Semua dapat terlaksana hanya sebuah inovasi maka semua pelayanan juga lebih cepat dan maju,” kata Ferdinandus.

Ia menegaskan Papua Selatan perlu membangun sistem inovasi yang terintegrasi dalam perencanaan program agar pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

Ferdinandus menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, pengembangan inovasi bertujuan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan.

“Maka, Papua Selatan yang merupakan daerah otonomi baru, perlu melakukan rapat koordinasi (rakor) inovasi hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, serta mampu meningkatkan indeks daya saing daerah.

“Papua Selatan masih banyak yang harus kita dorong, sebenarnya tidak kalah cuma membutuhkan sedikit sentuhan dorongan dan keseriusan,” katanya.

Menurut Ferdinandus, berbagai daerah di Indonesia berhasil meningkatkan indeks inovasi karena adanya komitmen kuat dari seluruh unsur pemerintahan, mulai dari pimpinan, OPD, hingga dukungan Forkopimda dan DPR di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Ia menilai inovasi juga memiliki dampak strategis terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

Setelah mengikuti rakor ini, Ferdinandus berharap seluruh peserta mampu mengembangkan berbagai potensi daerah melalui inovasi yang diterapkan di masing-masing OPD.

“Kita harus punya komitmen yang kuat, beberapa inovasi sudah, namun belum masuk kriteria, karena ada standarnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan selama rakor untuk saling belajar dan bertukar pengalaman guna melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan di tingkat provinsi maupun empat kabupaten di Papua Selatan.

Rapat Koordinasi Inovasi Daerah secara resmi dibuka dengan prosesi penabuhan tifa oleh Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, sebagai simbol dimulainya penguatan inovasi pemerintahan di wilayah Papua Selatan.

AGENDA
LINK TERKAIT