Papua Selatan Perkuat Pendidikan Integritas: HAKORDIA Ingatkan Ancaman Korupsi Sejak Dini

Tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan sekaligus menumbuhkan semangat antikorupsi

Peserta lomba sedang berkonsentrasi metngukir hasil karyanya (Foto: IPS)

Merauke, 15 November 2025 — Pemerintah Provinsi Papua Selatan kembali memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) untuk tahun ketiga, dengan menekankan pentingnya pendidikan integritas sejak dini guna mencegah potensi korupsi di daerah otonom baru tersebut. Kegiatan yang berlangsung di CareInn Hotel Merauke itu diikuti pelajar SLTA/SMK, terdiri dari 42 peserta lomba poster dan 33 peserta lomba puisi.

Mewakili Gubernur Papua Selatan, Staf Ahli Pemerintahan Sucahyo Agung Dwi Ariyanto mengatakan bahwa ancaman korupsi harus dihadapi melalui penguatan nilai kejujuran, disiplin, dan akuntabilitas di kalangan generasi muda. “Tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan sekaligus menumbuhkan semangat antikorupsi. Harapannya, sejak awal penyelenggaraan pemerintahan di Papua Selatan berjalan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. “Jangan biarkan pemerintah berjalan sendiri; kita harus bersama-sama mengawal,” katanya.

Dalam sambutannya, Sucahyo juga menyoroti keberadaan para master aksi antikorupsi bersertifikat KPK yang berperan dalam edukasi publik, dipimpin oleh Mariam sebagai koordinator. Selain itu, ia menyebutkan sejumlah lembaga pengawas seperti APIP, BPKP, KPK, serta BAPISUS lembaga baru yang dibentuk untuk mengawal pembangunan dan investigasi khusus di Papua Selatan.

Terkait para pelajar peserta kegiatan, Sucahyo berharap mereka dapat menjadi komunikator publik yang menjunjung nilai integritas. “Adik-adik sebagai calon penerus harus terus membangun integritas: jujur, disiplin, akuntabel, dan nilai-nilai baik lainnya,” ujarnya.

Peringatan HAKORDIA Papua Selatan 2025 ditutup dengan pesan agar edukasi antikorupsi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus ditanamkan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai upaya jangka panjang melawan korupsi. (RR)


Editor: RR

AGENDA
LINK TERKAIT