
Beberapa kegiatan tersebut di antaranya parada Natal pada 1 Desember ini, di dalamnya ada unsur budaya etnis yang ditampilkan dan dipadukan dengan ornamen-ornamen Natal dan pujian-pujian Natal
Foto bersama mentri dan Forkopimda (Foto: Humas)
Merauke — Parade Natal dan parade budaya yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Selatan pada Senin (1/12/2025) bukan sekadar kirab seremonial, tetapi momentum bertemunya berbagai identitas budaya, gereja, dan komunitas pemuda dalam satu ruang publik yang sama.
Di depan Kantor Bupati Merauke, ribuan warga dari Kristen Protestan, Katolik, paguyuban Nusantara, komunitas adat, hingga organisasi kepemudaan bergerak bersama menyambut Bulan Natal 2025. Mobil-mobil hias dengan ornamen etnis berpadu dengan simbol-simbol Natal, sementara anak-anak drumband tampil memeriahkan suasana.
“Beberapa kegiatan tersebut di antaranya parada Natal pada 1 Desember ini, di dalamnya ada unsur budaya etnis yang ditampilkan dan dipadukan dengan ornamen-ornamen Natal dan pujian-pujian Natal,” ujar Ketua Panitia Natal, Willem da Costa.
Willem menegaskan bahwa pelaksanaan parade merupakan bentuk implementasi arahan Gubernur Apolo Safanpo agar rangkaian Bulan Natal menghadirkan ruang ekspresi budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Rute parade dimulai dari depan Kantor Bupati Merauke—Jalan Ahmad Yani—Jalan Raya Mandala dan berakhir di Lapangan Mandala. Total 49 kendaraan hias terdaftar, melibatkan denominasi gereja, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke, serta sejumlah paguyuban dan organisasi kepemudaan.
Di sepanjang perjalanan, dentuman drumband dan lagu-lagu Natal dari speaker mobil hias menciptakan suasana meriah. Warga berbondong-bondong mengikuti iring-iringan, sementara sebagian lainnya menyaksikan dari pinggir jalan raya.
Setelah parade, panitia menyiapkan lomba menghias kandang Natal dan lomba menyanyi tiga kategori: tunggal, vokal grup, dan paduan suara. Seluruh hadiah akan diberikan pada acara puncak Natal bersama pada 29 Desember 2025.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan parade Natal dan budaya ini merupakan bagian dari pencanangan Bulan Natal 2025 di Kabupaten Merauke, sebuah langkah untuk memperkuat harmoni sekaligus mempertemukan seluruh komponen masyarakat dalam sukacita Natal. (LBS)