PDIP Tarik Dukungan Politik untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan

Ibarat dapur yang memasak makanan lezat, taruh di atas meja dan siapa yang mau makan silakan makan.

pembukaan Konferda DPD PDIP Papua Selatan di Merauke

Merauke — Arah politik pemerintahan Papua Selatan memasuki babak baru setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi menarik dukungan terhadap Gubernur Apolo Safanpo dan Wakil Gubernur Paskalis Imadawa. Keputusan ini menandai berakhirnya hubungan politik partai pengusung dengan pasangan kepala daerah terpilih Pilkada Serentak 2024 tersebut.

Pernyataan penarikan dukungan disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDIP Papua Selatan, Edoardus Kaize, pada pembukaan Konferda DPD PDIP Papua Selatan di Merauke, Senin (1/12).

Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung PDIP saat mengusung dan memenangkan pasangan gubernur–wakil gubernur pertama Papua Selatan.

“Dan pada hari ini dalam Konferda DPD PDIP Papua Selatan, selaku Ketua DPD PDIP saya nyatakan bahwa PDIP menarik dukungan politik dari Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan Wakil Gubernur Paskalis Imadawa,” ujar Edoardus.

Ia menegaskan bahwa tugas PDIP adalah mencetak kader pemimpin, mengusung, dan mengantar hingga terpilih. Setelah itu, relasi politik bergantung pada kesamaan jalur perjuangan partai.

“Ibarat dapur yang memasak makanan lezat, taruh di atas meja dan siapa yang mau makan silakan makan. Tugas kita hanya mengusung dan mengantar hingga menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Dan kalau kita sudah berbeda partai berarti sudah selesai,” tambahnya.

Sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Papua Selatan, Edoardus menyebut keputusan ini sebagai sikap resmi partai yang harus dipahami publik sebagai bagian dari dinamika politik, terutama menjelang konsolidasi PDIP di tingkat provinsi dan kabupaten. (**)


Editor: Ronald


AGENDA
LINK TERKAIT