
Tiga hal itulah yang akan kita pulihkan dalam hubungan kita dengan diri kita sendiri, hubungan dengan relasi sosial dan Tuhan pencipta alam semesta
Safari Ramadan di kampung suka maju (Foto: IPS)
Merauke – Sebanyak 500 paket sembako dibagikan kepada warga Kampung Suka Maju, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Selasa (24/2/2026). Tak hanya itu, Masjid Miftahul Huda juga menerima bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta untuk mendukung kegiatan keagamaan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, di sela-sela kegiatan Safari Ramadan dan buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forkopimda.
Bagi warga, bantuan ini bukan sekadar simbolis. Paket sembako membantu meringankan kebutuhan dapur di awal Ramadan, sementara dukungan dana bagi masjid diharapkan memperkuat kegiatan ibadah dan pembinaan umat di kampung tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo menyampaikan pesan spiritual tentang makna Ramadan.
“Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, semoga amal dan ibadah kita berkenan di hadapan Allah Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bulan suci memiliki makna pemulihan dalam tiga dimensi kehidupan.
Pertama, memulihkan kerusakan internal diri akibat ketamakan dan hawa nafsu duniawi.
“Kedua, kita juga akan memulihkan atau memperbaiki hubungan relasi kita dengan sesama, teman, rekan kerja, tetangga, handai tolan dan relasi sosial kita,” katanya.
Ketiga, lanjut dia, memulihkan hubungan dengan Sang Khalik, Tuhan semesta alam, yang rusak akibat dosa-dosa manusia.
Menurutnya, ketiga hal tersebut dipulihkan melalui tiga cara.
Untuk memperbaiki diri dilakukan dengan berpuasa, menahan diri dan mengendalikan hawa nafsu.
Untuk memperbaiki relasi sosial dilakukan dengan bersedekah.
“Terutama yang tinggal di sekitar kita, tempat kerja, di lingkungan sosial kita,” kata mantan Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura itu.
Sementara untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan, dilakukan dengan doa, berserah diri, dan memohon ampun.
“Tiga hal itulah yang akan kita pulihkan dalam hubungan kita dengan diri kita sendiri, hubungan dengan relasi sosial dan Tuhan pencipta alam semesta,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh umat menjalani Ramadan dengan semangat saling menghormati dan menghargai.
“Marilah kita menjalani bulan suci dengan memulihkan ketiga relasional kita, dengan diri, sesama dan Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan cara saling menghormati, menghargai antara satu sama lain,” katanya lagi.
Apolo menambahkan, pemerintah berkewajiban memastikan seluruh umat beragama dapat menjalankan kewajiban agamanya dengan baik, sehingga dapat memasuki hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan. (Tom)