
Pondok pesantren secara tidak langsung membantu meringankan beban orang tua dalam mendidik anak dan menjawab harapan agar anak-anak menjadi pribadi yang baik di masa depan
Wagub memberikan ceramah dalam safari ramadahan (foto: humas)
Boven Digoel – Pendidikan berbasis iman, spiritualitas, dan Al-Qur’an dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda Papua Selatan menghadapi masa depan Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, saat menggelar Safari Ramadan di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (6/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Paskalis Imadawa bersama rombongan Pemerintah Provinsi Papua Selatan bertemu langsung dengan para santri dan pengelola pesantren. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang menempuh pendidikan di pondok pesantren merupakan generasi yang sedang dipersiapkan untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak hanya menanamkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, spiritualitas, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
“Anak-anak yang berada di pondok pesantren saya rasa telah dipersiapkan dan ditunjuk oleh Tuhan. Kalianlah yang dipilih dari sekian ribu anak di Boven Digoel,” kata Paskalis Imadawa dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, lingkungan pesantren membentuk kedisiplinan yang kuat bagi para santri. Bahkan penggunaan telepon genggam dibatasi selama berada di lingkungan pesantren. Meski demikian, para santri tetap diajarkan pengetahuan tentang digitalisasi agar teknologi dapat dimanfaatkan secara benar.
Paskalis menilai, pembinaan karakter yang diterapkan di pondok pesantren menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkualitas dan siap berkontribusi bagi bangsa, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045.
Ia juga mengingatkan para santri agar memanfaatkan masa pendidikan di pesantren dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar.
“Saya harap anak-anak di pondok pesantren ini semangat dalam belajar, jangan malas-malasan,” ujarnya.
Selain itu, Paskalis juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu memasukkan anak-anak mereka ke pondok pesantren. Menurutnya, pesantren membantu orang tua dalam membentuk karakter anak melalui pendidikan agama dan kedisiplinan.
Ia menyebutkan bahwa banyak anak yang di rumah sulit menerima nasihat orang tua, namun ketika berada di lingkungan pesantren mereka lebih patuh kepada imam dan para guru yang membimbing mereka.
“Pondok pesantren secara tidak langsung membantu meringankan beban orang tua dalam mendidik anak dan menjawab harapan agar anak-anak menjadi pribadi yang baik di masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Paskalis juga berpesan khusus kepada para santri laki-laki agar menjalankan ibadah puasa secara penuh selama Ramadan.
Menurutnya, ibadah puasa merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan spiritual yang akan membawa keberkahan bagi masa depan mereka.
Usai menyampaikan sambutan, Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa menyerahkan bantuan sembako kepada para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pendidikan keagamaan di daerah tersebut. (**)