
Saya kira untuk membangun Papua Selatan bukan saja hanya di Merauke tetapi juga ada di Kabupaten Mappi, Asmat dan seluruh bagian Provinsi Papua Selatan lainnya
Foto bersama usai FGD
Merauke – Peluang peningkatan pendapatan nelayan dan kontribusi ekonomi daerah kembali menguat. Produksi ikan Merauke dinilai siap ditingkatkan hingga menembus pasar luar daerah bahkan ekspor, asalkan koridor logistik, fasilitas pendukung, hingga aspek hukum dikelola secara terpadu.
Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Industri Perikanan Provinsi Papua Selatan yang digelar di Ruang Rapat Komando Daerah XI TNI AL Merauke, Senin (23/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Selatan Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, Komandan Komando Daerah XI TNI AL Papua Selatan, Kapolres Merauke, perwakilan DPRP Papua Selatan, MRP Papua Selatan, DPRK Merauke, KSOP Pelabuhan Merauke, Syahbandar Pelabuhan Merauke, Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nasional Merauke, pimpinan OPD provinsi dan kabupaten, serta para stakeholder terkait.
Dalam arahannya, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan bahwa sektor perikanan menjadi tumpuan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya di Merauke tetapi juga di seluruh wilayah Papua Selatan.
“Sektor perikanan ini sangat menjanjikan di Papua Selatan khususnya di Merauke karena pada hakikatnya potensi perikanan itu adalah distribusi sampai dengan pemasaran,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan produksi saja tidak cukup. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus membangun sistem dari hulu ke hilir, mulai dari nelayan, pelabuhan perikanan, sentra produksi, hingga konektivitas ke sentra konsumsi.
“Kalau Merauke kita hadirkan sentra produksi yang besar tapi sentral konsumsinya di mana? Pasti di Jawa karena lebih banyak penduduk di Jawa, pasti di luar negeri karena orang lebih banyak di luar Merauke,” katanya.
Karena itu, ia mendorong pembahasan serius terkait koridor logistik ikan, jalur ekspor, serta fasilitas pendukung agar kualitas ikan tetap terjaga dan memiliki nilai tambah.
“Kalau ini kita bisa jaga dengan baik maka kualitas ikan juga itu bisa baik dan kita bisa ekspor dan bisa mendapat nilai tambah bagi kita,” tegasnya.
Ia juga menyoroti besarnya jumlah nelayan di Merauke yang menjadi kekuatan utama produksi. Dengan armada kapal berbagai ukuran yang sudah ada, potensi peningkatan produksi dinilai sangat terbuka.
“Saudara-saudara kita nelayan yang jumlahnya banyak ini dengan Armada kapal-kapal yang ada dengan semua ukuran yang ada, kita punya peningkatan potensi perikanan pasti akan bertumbuh dengan jumlah produksi yang cukup tinggi,” ujarnya.
Bupati Yoseph menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi yang dipimpin Gubernur Apolo Safanpo, pemerintah kabupaten, TNI AL, kepolisian, serta seluruh stakeholder agar potensi besar ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kalau ini bisa terjadi sudah tentu akan memberikan dampak dan manfaat yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menyebut program kampung nelayan sejalan dengan arahan Presiden, yang terus didorong untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan di Kabupaten Merauke.
“Saya kira untuk membangun Papua Selatan bukan saja hanya di Merauke tetapi juga ada di Kabupaten Mapi, Asmat dan seluruh bagian Provinsi Papua Selatan lainnya,” tutupnya.
Dengan potensi laut yang luas dan jumlah nelayan yang besar, harapannya jelas: produksi meningkat, pasar terbuka, dan kesejahteraan nelayan Papua Selatan ikut terangkat. (LS)