Ratusan Warga Rayakan Imlek 2577 di Merauke, Gubernur Apolo Ajak Jaga Harmoni di Tahun Kuda Api

Atraksi barongsai turut memeriahkan perayaan. Pertunjukan yang sarat simbol keberuntungan itu disambut antusias warga. Riuh tepuk tangan dan senyum masyarakat menjadi penanda bahwa perayaan ini bukan hanya milik satu komunitas, melainkan perayaan bersama dalam bingkai persatuan.

Gubernur bersama beberapa pejabat Pemprov (Foto: Humas)

Merauke – Semangat kebersamaan dan toleransi terasa kuat di Kota Merauke saat ratusan warga merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau tahun 2026. Perayaan yang berlangsung di halaman CV Harlin Jaya, Jalan Prajurit 1 Nomor 5 Mandala, Selasa (17/2/2026), menjadi ruang perjumpaan lintas etnis dan agama dalam suasana penuh sukacita.


Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, bersama Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, hadir langsung memenuhi undangan umat Tionghoa. Kehadiran pimpinan daerah ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap nilai toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Selatan.


Ratusan warga Tionghoa memadati lokasi perayaan. Warga dari berbagai latar belakang suku dan agama juga tampak membaur, menikmati jamuan makan bersama dalam suasana akrab. Lampion merah dan ornamen khas Imlek menghiasi area acara, memperkuat nuansa budaya yang sarat makna.


Jamuan kebersamaan itu menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama menyongsong tahun yang baru. Harapan akan kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan mengalir dalam setiap percakapan dan kebersamaan yang terjalin.


Atraksi barongsai turut memeriahkan perayaan. Pertunjukan yang sarat simbol keberuntungan itu disambut antusias warga. Riuh tepuk tangan dan senyum masyarakat menjadi penanda bahwa perayaan ini bukan hanya milik satu komunitas, melainkan perayaan bersama dalam bingkai persatuan.


Tahun ini, Imlek jatuh pada 17 Februari 2026 dan menandai masuknya Tahun Kuda Api. Dalam kalender Tionghoa, kombinasi shio Kuda dan elemen Api hanya terjadi setiap 60 tahun sekali, terakhir muncul pada 1906 dan 1966. Kuda melambangkan kebebasan, keberanian, dan ambisi, sementara Api menghadirkan energi, gairah, dan dinamika perubahan.


Momentum Tahun Kuda Api 2026 ini diharapkan membawa semangat baru bagi masyarakat Papua Selatan—penuh optimisme, tetapi tetap bijak dalam mengambil keputusan. Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui kehadiran Gubernur menegaskan komitmen untuk terus merawat harmoni sosial sebagai fondasi pembangunan daerah.


Di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Papua Selatan, perayaan Imlek tahun ini kembali mengingatkan bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. (**)

AGENDA
LINK TERKAIT