
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menugaskan Dinas PU bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai guna menyiapkan solusi teknis berupa pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di bagian depan
Gubernur Apolo saat melalukan turlap (Foto: IPS)
Info Papua Selatan || Kerusakan ruas jalan Merauke–Ndalir yang selama ini dipicu pasang surut air laut dan hantaman ombak mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Jalan pesisir ini menjadi salah satu akses penting warga, namun kondisinya kerap rusak berulang akibat faktor alam.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi kerusakan tersebut, Rabu (14/1/2026). Peninjauan dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Selatan.
“Identifikasi dan inventarisasi ini kita lakukan untuk kita usulkan dalam perencanaan perbaikan, peningkatan, maupun pembangunan ruas-ruas jalan provinsi,” ujar Gubernur Apolo di sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan di ruas Merauke–Ndalir tidak bisa ditangani dengan perbaikan jalan semata. Karena berada di wilayah pesisir, badan jalan kerap menerima hantaman langsung ombak saat pasang naik.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menugaskan Dinas PU bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai guna menyiapkan solusi teknis berupa pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di bagian depan. Dengan skema ini, energi ombak diharapkan dapat diredam terlebih dahulu sebelum mencapai badan jalan.
Selain Merauke–Ndalir, inventarisasi juga dilakukan pada ruas Merauke–Kuler–Onggaya serta Merauke–Sermayam–Jagebob yang mengalami kerusakan akibat kondisi alam dan usia jalan.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menegaskan, penanganan jalan pesisir akan dirancang lebih berkelanjutan agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga, sekaligus mendukung kelancaran distribusi dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir selatan Papua. (LBS)