
Bagaimana orang mau merasa nyaman saat berbelanja kalau sampah saja berserakan dan menimbulkan bau menyengat?
Kondisi pasar wamanggu 19/11 (foto: JR)
Info Papua Selatan, Merauke — Pemandangan tumpukan sampah di Pasar Wamanggu kian hari kian memprihatinkan. Sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar di Merauke, pasar ini menjadi denyut kehidupan bagi ribuan warga setiap harinya. Namun, di balik ramainya transaksi, aroma tak sedap dan sampah yang berserakan menyambut para pengunjung.
Samsul, salah seorang pengunjung yang ditemui sedang berbelanja pada Rabu (19/11), tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya. Ia menilai kondisi tersebut seolah dibiarkan begitu saja tanpa penanganan serius dari petugas kebersihan.
“Kita tahu bersama bahwa pasar ini merupakan salah satu penghasil sampah terbanyak,” ujarnya dengan nada menyayangkan. “Kalau dibiarkan terus-menerus, ini bisa menjadi biang penyakit. Bau menyengat sudah terasa dari pintu masuk.”
Keluhan itu bukan tanpa alasan. Beberapa titik di area pasar terlihat dipenuhi plastik, sisa sayur-mayur, hingga limbah basah yang tergeletak tanpa pengangkutan memadai. Situasi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga mengancam kenyamanan para pedagang dan pembeli yang setiap hari beraktivitas di sana.
“Bagaimana orang mau merasa nyaman saat berbelanja kalau sampah saja berserakan dan menimbulkan bau menyengat?” lanjut Samsul.
Berangkat dari kegelisahan itu, ia berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke dapat menaruh perhatian khusus terhadap kondisi pasar yang menjadi sentral aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, pasar seharusnya menjadi salah satu titik prioritas dalam manajemen kebersihan.
“Harapan saya, pihak dinas bisa menjadikan pasar ini sebagai sentral kebersihan. Supaya siapa pun yang datang berbelanja bisa merasakan kenyamanan,” tutupnya.
Keluhan pengunjung seperti Samsul membuka ruang refleksi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih teratur dan berkelanjutan. Dengan jumlah kunjungan yang tinggi setiap hari, pasar memerlukan intervensi yang cepat dan terukur agar kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat terjaga. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah konkret demi menciptakan pasar yang lebih layak dan nyaman bagi seluruh warga. (JR)
Editor: Ronald