Semangat Tak Tergoyahkan: Cerita dari Arena Catur Asmat di Porprov Papua Selatan II

Semoga tahun depan, dalam kejuaraan Pemerintah Provinsi Papua Selatan, akan lahir pecatur terbaik yang mewakili Kabupaten Asmat

Foto bersama peserta dari kabupaten Asmat (Foto: JR)

Info Papua Selatan, Merauke — Di lantai dua Hotel Panda Jl. nowari Merauke, suara langkah bidak dan dentingan jam catur berpadu dalam keheningan yang tegang. Di meja-meja yang berderet rapi itu, para pecatur muda dari Kabupaten Asmat berusaha menaklukkan lawan dengan ketenangan dan strategi. Meski tak seluruhnya berbuah emas, perjuangan mereka pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua Selatan II meninggalkan cerita tentang semangat yang tidak pernah padam.

Selama tiga hari pertandingan, Asmat menurunkan atlet-atlet terbaiknya di enam kategori: Standar tunggal dan beregu, Cepat tunggal dan beregu, serta Kilat tunggal dan beregu. Hasilnya, kontingen Asmat berhasil membawa pulang 5 medali perak dan 1 perunggu pencapaian yang menunjukkan konsistensi meski persaingan semakin ketat.

Rizal Paembonan, pelatih sekaligus penasehat Percasi Kabupaten Asmat, mengakui bahwa tahun ini tekanan kompetisi lebih tinggi dibanding sebelumnya.

“Tahun ini memang berat untuk memperoleh emas, karena kesiapan setiap kontingen sangat kuat,” ujar Paembonan saat ditemui di Hotel Panda, Jumat (28/11).

Ia menilai bahwa peningkatan kualitas lawan membuat persaingan berjalan sengit. Hampir setiap pertandingan menjadi ujian mental, strategi, dan ketenangan. Namun, di tengah tantangan itu, para pecatur Asmat tetap menunjukkan determinasi yang membuat mereka mampu bersaing hingga babak-babak akhir.

Paembonan menegaskan bahwa hasil tahun ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk pembinaan jangka panjang.

 “Kami berencana akan terus mengasah para atlet agar berkembang lewat permainan catur,” jelasnya.

Baginya, catur bukan hanya soal memenangkan pertandingan, tetapi tentang membangun karakter ketekunan, kesabaran, dan keberanian mengambil keputusan.

Ia berharap bahwa upaya pembinaan yang lebih terarah dapat melahirkan pecatur-pecatur terbaik di masa depan.

“Semoga tahun depan, dalam kejuaraan Pemerintah Provinsi Papua Selatan, akan lahir pecatur terbaik yang mewakili Kabupaten Asmat,” tuturnya.

Di balik angka perak dan perunggu itu, tersimpan perjalanan tekad dan kerja keras. Walaupun belum maksimal, para atlet Asmat pulang dengan pelajaran penting bahwa setiap langkah di papan catur, seperti hidup, selalu memberi peluang untuk bangkit dan menjadi lebih baik. (JR)

AGENDA
LINK TERKAIT