
“Ini bukti bahwa sekolah menyiapkan siswa dengan baik sehingga mereka bisa kreatif dan inovatif. Yang lebih penting, ketika nanti mereka meninggalkan sekolah, mereka sudah bisa mengembangkan apa yang mereka dapatkan bagi kehidupan di masyarakat,” tutupnya.
Bupati Yoseph berikan sambutan dalam pembukaan semarak hardiknas di halaman kantor Bupati (Foto: Humas)
Merauke – Siswa di Kabupaten Merauke mulai diarahkan untuk tidak lagi bingung menentukan masa depan setelah lulus sekolah. Melalui kegiatan Semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, pemerintah daerah mendorong keterhubungan langsung antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Merauke, Senin pagi (27/4/2026), menghadirkan berbagai rangkaian seperti expo SMK, job fair, galeri UMKM, hingga layanan cetak kartu kuning pencaker.
Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada proses belajar di kelas, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan hidup siswa di masa depan.
“Jangan sampai anak-anak kita setelah melaksanakan proses belajar-mengajar di sekolah tamat, kemudian mereka tidak tahu kemana arah mereka harus melaksanakan aktivitas selanjutnya sebagai anggota masyarakat,” ujar Yoseph dalam sambutannya.
Menurutnya, akses pendidikan memang penting, namun hasil dari pendidikan itu jauh lebih menentukan.
“Akses untuk mendapatkan pendidikan itu sangat penting, tetapi lebih penting lagi kita memastikan bahwa melalui pendidikan yang anak-anak kita peroleh itu mereka bisa bertahan hidup di kemudian hari,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Merauke secara khusus mendorong peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar lebih dekat dengan dunia usaha. Dari 16 SMK yang ada, sebanyak 15 sekolah turut ambil bagian, sementara satu SMK lainnya tetap berkontribusi melalui produk yang dipamerkan.
“Ini bukti bahwa kita peduli terhadap pendidikan dan juga peduli bagaimana mempersiapkan anak-anak kita supaya mereka ke depan ada orientasi yang jelas terkait dengan dunia kerja,” katanya.
Bupati juga menekankan bahwa kualitas pendidikan akan menentukan kualitas hidup generasi muda di masa depan.
“Kalau pendidikan mereka baik, kita pastikan bahwa ke depan mereka akan hidup lebih baik, lebih produktif, dan mampu membuka akses serta membangun kemitraan,” ujarnya.
Ia menilai, pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan.
“Sehingga proses pembangunan di Kabupaten Merauke ini nanti tidak didominasi oleh satu unsur saja, yaitu pemerintah daerah. Tetapi seluruh komponen masyarakat bisa melaksanakan pembangunan secara maksimal,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Yoseph juga menyinggung potensi besar Kabupaten Merauke sebagai wilayah pertanian yang luas, yang perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia.
“Merauke ini daerah yang kaya. Mungkin kita tidak punya tambang, tetapi lahan kita luas,” ungkapnya.
Namun demikian, ia memastikan bahwa pemanfaatan lahan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.
“Dari 4,6 juta hektare wilayah Kabupaten Merauke, kita hanya memanfaatkan sekitar 1,2 juta hektare. Sisanya tidak akan kita gunakan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong sekolah untuk aktif membangun kemitraan dengan perusahaan agar siswa memiliki pengalaman dan jaringan sejak dini.
“Sekolah bisa bermitra dengan perusahaan, kelompok masyarakat, sehingga tidak menyulitkan ketika membutuhkan sesuatu,” ujarnya.
Bupati Yoseph juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari guru, kepala sekolah, pelaku usaha, hingga para siswa.
“Ini bukti bahwa sekolah menyiapkan siswa dengan baik sehingga mereka bisa kreatif dan inovatif. Yang lebih penting, ketika nanti mereka meninggalkan sekolah, mereka sudah bisa mengembangkan apa yang mereka dapatkan bagi kehidupan di masyarakat,” tutupnya. (Tom)
Editor: Ronald