
Uskup Mandagi mengajak seluruh keluarga besar RS Bunda Pengharapan untuk terus melakukan pembaruan berkelanjutan
Uskup Mandagi Memberkan Khotbah (Foto: IPS)
Merauke — Bagi ribuan warga Merauke dan sekitarnya, RS Bunda Pengharapan Merauke bukan sekadar tempat berobat, tetapi ruang harapan saat sakit dan keterbatasan datang bersamaan. Makna itulah yang ditekankan Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 rumah sakit tersebut.
“Yang terpenting bukan usia rumah sakit, tetapi kualitas pelayanannya. Jika ingin melihat wajah Gereja yang sesungguhnya, datanglah ke rumah sakit,” tegas Uskup Mandagi di hadapan tenaga medis, suster, dan staf RS Bunda Pengharapan.
Menurutnya, rumah sakit merupakan wujud nyata panggilan Gereja untuk menghadirkan kasih yang menyembuhkan, terutama bagi mereka yang lemah dan menderita. Ia mengapresiasi peran Kongregasi Putri Renya Rosari (PRR), para suster, dokter, serta seluruh keluarga besar RS Bunda Pengharapan yang dinilai konsisten menggabungkan iman, profesionalisme, dan nilai kemanusiaan dalam pelayanan sehari-hari.
Pesan serupa disampaikan Direktur RS Bunda Pengharapan Merauke, Sr. Maria Bertha, PRR / dr. Betharia Susi, KRCHN., MARS. Ia menekankan bahwa perjalanan 25 tahun rumah sakit ini lahir dari keprihatinan dan semangat melayani, bukan sekadar membangun institusi kesehatan.
“RS Bunda Pengharapan hadir sebagai rumah harapan. Tempat luka dirawat, martabat manusia dijunjung, dan kasih diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Dalam rangkaian HUT ke-25, manajemen rumah sakit juga memberikan penghargaan kepada para suster, dokter, dan karyawan yang telah mengabdi selama 15 hingga 20 tahun. Apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan atas kesetiaan dan dedikasi mereka yang selama ini berada di garis depan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menutup perayaan, Uskup Mandagi mengajak seluruh keluarga besar RS Bunda Pengharapan untuk terus melakukan pembaruan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Ecclesia semper reformanda. Tujuannya, agar rumah sakit tetap relevan, bertumbuh, dan terus menjadi tempat penyembuhan bagi siapa pun tanpa membedakan latar belakang. (Tom)