Thomas Safanpo Ungkap Sejarah Nama RSUD Perpetua J. Safanpo

Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo mengungkap sejarah penamaan RSUD Perpetua J. Safanpo sebagai bentuk penghormatan terhadap perintis pelayanan kesehatan orang Asmat. Nama rumah sakit tersebut ditetapkan saat peresmian tahun 2023 atas inisiatif mantan Bupati Asmat, Elisa Kambu setelah dilakukan penelusuran sejarah bersama tokoh adat dan agama.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo didampingi Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo bersama Direktur RSUD dan tenaga medis saat meninjau fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD Perpetua J. Safanpo, Kabupaten Asmat, Sabtu (23/5/2026). Kunjungan tersebut dilak

Merauke – Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo mengungkap sejarah penamaan RSUD Perpetua J. Safanpo yang disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap perintis pelayanan kesehatan orang Asmat.

Hal itu disampaikan Thomas saat mendampingi Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dalam acara peresmian dan pemberian bantuan di RSUD Perpetua J. Safanpo, Sabtu (23/5/2026).

Thomas menjelaskan, penetapan nama rumah sakit tersebut dilakukan saat peresmian pada 2023 atas inisiatif mantan Bupati Asmat, Elisa Kambu.

Menurut dia, sebelum nama itu ditetapkan, Elisa Kambu mendatangi tokoh adat, tokoh gereja, dan tokoh agama untuk menggali sejarah awal perkembangan Asmat dan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

“Dari situlah kemudian beliau menyimpulkan bahwa ternyata Perpetua J. Safanpo merintis tenaga kesehatan di Kabupaten Asmat,” kata Thomas.

Ia mengatakan, Perpetua J. Safanpo merupakan orang Asmat pertama yang memilih jalur pelayanan kesehatan dan keperawatan di tengah generasi awal Asmat yang lebih banyak memilih profesi guru, polisi maupun tentara.

“Mama Perpetua J. Safanpo adalah orang Asmat pertama yang memilih jalur pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Thomas menegaskan, pemberian nama rumah sakit itu bukan semata-mata karena hubungan keluarga dengan dirinya maupun Gubernur Apolo Safanpo.

“Pemberian nama ini bukan sekadar karena mama ini merupakan ibu dari bapak gubernur dan saya, tetapi ini penghormatan atas karya kemanusiaan yang digagas oleh Bupati Elisa Kambu saat itu, kini Gubernur Papua Barat Daya,” katanya.

Ia menilai pengabadian nama tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga sejarah pelayanan kesehatan masyarakat Asmat agar tetap dikenang generasi berikutnya.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
AGENDA
LINK TERKAIT