Wagubs Paskalis: Masyarakat NTT Berperan Besar dalam Pembangunan Papua Selatan

Kami berharap anak-anak NTT yang berada di kota studi, khususnya di Malang Raya, bukan hanya menjadi perantau, tetapi menjadi diaspora yang menabur benih-benih pembangunan

Istimewa

Malang – Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kontribusi penting dalam pembangunan Papua Selatan. Karena itu, ia berharap generasi muda NTT yang sedang menempuh pendidikan dapat menjadi sumber daya unggul yang kelak berkontribusi bagi daerah dan bangsa.


Hal tersebut disampaikan Paskalis saat menghadiri Dialog Uskup Agung Ende bersama masyarakat NTT se-Malang Raya di Gereja Paroki Ratu Rosari Kesatrian, Kota Malang, Sabtu (30/5/2026). Dialog mengangkat tema “Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial.”


Dalam kesempatan itu, Paskalis mengungkapkan bahwa banyak warga NTT yang telah lama menetap dan memberikan sumbangsih bagi pembangunan di Papua Selatan. Di sisi lain, banyak pula putra-putri Papua Selatan yang saat ini sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, termasuk di Kota Malang yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia.


“Kami berharap Malang terus menjadi kota studi yang melahirkan generasi-generasi unggul bagi Indonesia,” kata Paskalis.

Ia berpesan kepada mahasiswa NTT di Malang Raya agar menjaga nama baik keluarga, daerah asal, serta memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, perjuangan orang tua dalam membiayai pendidikan merupakan pengorbanan besar yang harus dibalas dengan prestasi dan perilaku yang baik.

Paskalis berharap mahasiswa NTT tidak sekadar menjadi perantau, tetapi mampu menjadi diaspora yang membawa perubahan positif bagi daerah asalnya.

“Kami berharap anak-anak NTT yang berada di kota studi, khususnya di Malang Raya, bukan hanya menjadi perantau, tetapi menjadi diaspora yang menabur benih-benih pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, ilmu pengetahuan, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus menjadi bekal untuk membangun masyarakat ketika kembali ke daerah masing-masing.

Paskalis juga mengapresiasi jalannya dialog yang berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan pandangan kritis dari peserta. Ia menilai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini memerlukan solusi nyata melalui kebijakan dan tindakan yang berpihak pada masa depan anak bangsa.

Dalam dialog tersebut, Paskalis turut memperkenalkan dirinya sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Flobamora (Klopomora) Papua Selatan. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat NTT karena istrinya berasal dari Kabupaten Nagekeo dan keluarganya berdomisili di Ende.

Hubungan kekeluargaan tersebut membuat dirinya cukup sering berkunjung ke Ende dan mengikuti perkembangan masyarakat serta generasi muda NTT.

Lebih lanjut, Paskalis menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai program, termasuk beasiswa pendidikan serta program ADEM dan ADIK.

Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia menegaskan bahwa manfaat program pendidikan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak asli Papua, tetapi juga bagi anak-anak dari luar Papua yang orang tuanya telah lama menetap dan berkontribusi dalam pembangunan Papua Selatan.

Dialog tersebut dihadiri tokoh agama, mahasiswa, serta masyarakat NTT yang berdomisili di Malang Raya. Kegiatan itu menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami identitas diri, tantangan sosial yang dihadapi, serta peran mereka dalam pembangunan daerah dan bangsa. (**)

AGENDA
LINK TERKAIT