Warga Kurik Berharap Akses Lancar, Gubernur Pastikan Lanjutan Jalan dan Dorong Pusat Ekonomi Baru

Oleh karena itu, kita harapkan Kurik dan sekitarnya akan tumbuh dan berkembang menjadi pusat ekonomi baru, menjadi kota baru,” kata Gubernur Apolo

Apolo Safanpo Gubernur Papua Selatan (Foto: IPS)

Merauke – Harapan warga Distrik Kurik untuk menikmati akses jalan yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi baru mulai mendapat kepastian. Dalam Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Ataqwa Kampung Wonorejo, Rabu (25/2/2026), Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan kelanjutan pembangunan sejumlah ruas jalan strategis di wilayah tersebut.

Di hadapan jamaah dan masyarakat Kurik, Gubernur Apolo menyampaikan bahwa sejak Januari 2026 Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah berkantor di Salor, termasuk seluruh organisasi perangkat daerah.

“Oleh karena itu, kita harapkan Kurik dan sekitarnya akan tumbuh dan berkembang menjadi pusat ekonomi baru, menjadi kota baru,” kata Gubernur Apolo.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa perpindahan pusat pemerintahan bukan sekadar administratif, tetapi diikuti dengan dorongan infrastruktur dan aktivitas ekonomi yang diharapkan berdampak langsung pada warga.

Ruas Jalan Dilanjutkan Maret 2026

Terkait infrastruktur, Apolo memastikan pembangunan ruas jalan akan dilanjutkan tahun ini.

Ia menyebut, pembangunan dari SP 9 sampai Tanah Tinggi dijadwalkan mulai dikerjakan pada Maret 2026. Selanjutnya, ruas jalan dari Wonorejo ke pertigaan Kurik Pasar, kemudian dari Kurik Pasar sampai ke Rawasari juga masuk dalam rencana pengerjaan.

“Mudah-mudahan tahun depan, pemerintah provinsi lanjutkan pembangunan ruas jalan sampai ke Kumbe, lalu dilanjutkan ke Kali Bian,” ujarnya.

Bagi masyarakat Kurik yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi pada kelancaran akses darat, kepastian ini menjadi kabar penting. Infrastruktur jalan dinilai sebagai kunci distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.

Pembangunan Harus Terasa Manfaatnya

Gubernur Apolo menegaskan, pembangunan harus dilakukan bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara.

Ia berharap, dengan hadirnya provinsi di wilayah tersebut, pembangunan berjalan berkelanjutan dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tak hanya menyampaikan komitmen pembangunan, di akhir kegiatan Safari Ramadan itu, Gubernur Apolo juga menyerahkan bantuan secara simbolis.

Sebanyak 500 paket sembako dibagikan kepada perwakilan masyarakat. Selain itu, dana bantuan sebesar Rp100 juta diserahkan kepada pengurus Masjid Ataqwa Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.

Safari Ramadan tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penegasan arah pembangunan—bahwa kehadiran pemerintah provinsi di Kurik diharapkan membuka babak baru pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga. (*)

AGENDA
LINK TERKAIT